Tutup
News

Tamiang Bangkit: Warga Berjualan, Anak Menyapa, Hidup Berlanjut

175
×

Tamiang Bangkit: Warga Berjualan, Anak Menyapa, Hidup Berlanjut

Sebarkan artikel ini
anak-anak-tamiang-menyapa-di-tepi-jalan-;-fana-kelas-enam-pak,-adik-baru-kelas-empat!
Anak-anak Tamiang Menyapa di Tepi Jalan ; Fana Kelas Enam Pak, Adik Baru Kelas Empat!

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Aceh tamiang pada Senin (29/12/2025) meninggalkan luka mendalam bagi warga. Trauma terutama dirasakan anak-anak.

Namun, di tengah musibah, semangat untuk bangkit dan mencari nafkah terus membara.

Kisah Kaisaha Adelia,seorang gadis kecil yang rumahnya terendam lumpur,menjadi gambaran pilu dampak banjir.

Bersama teman-temannya, Fana dan Juni, mereka berupaya memulihkan trauma dengan menyapa pengendara yang melintas, berharap bantuan.

“Adik kelas empat, Pak,” ujar Juni dengan polos.

Kamaria, seorang nenek di ujung pasar Kuala Simpang, juga merasakan dampak serupa. “Ke rumah masuk lumpur setinggi pinggang,” keluhnya.

Di tengah kesulitan, warga Aceh Tamiang menunjukkan ketangguhan.

Ferdi, seorang pemuda di Kuala Simpang, melihat peluang bisnis dengan menjual sepatu bot yang laris manis diburu warga.

Siti, seorang ibu muda, membuka warung pangsit di tepi jalan setelah warungnya diterjang banjir setinggi tujuh meter.

“Tujuh meter air, pak,” kata Siti.

Warungnya ramai dikunjungi warga dan relawan yang membutuhkan makanan dan minuman.”Jualan penting, karena banyak tamu yang perlu ngisi perut, juga ngopi,” ujar Siti.

Semangat Ferdi dan Siti menjadi inspirasi bagi warga Aceh Tamiang lainnya untuk terus bertahan dan mencari nafkah di tengah musibah. Panas terik menyengat, namun semangat untuk bangkit tak pernah padam.