Tutup
Regulasi

Arus Mudik: 381 Ribu Orang Menyeberang Jawa-Bali

175
×

Arus Mudik: 381 Ribu Orang Menyeberang Jawa-Bali

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pergerakan signifikan penumpang dan kendaraan selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Terhitung sejak 15 hingga 30 Desember 2025, sebanyak 381.165 orang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Meskipun jumlah penumpang mengalami penurunan 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi peningkatan volume kendaraan yang menyeberang sebesar 1,1% menjadi 101.562 unit.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menjelaskan bahwa fleksibilitas perjalanan menjadi faktor utama peningkatan mobilitas, baik kendaraan pribadi, roda dua, maupun logistik.

Sebaliknya, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 374.347 orang, juga mengalami penurunan 4,4% dibandingkan tahun lalu. Namun, total kendaraan yang menyeberang justru naik 2,3% mencapai 106.476 unit.

Peningkatan arus kendaraan dari Bali menuju Jawa didominasi oleh kendaraan roda dua dan truk logistik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dinilai turut berkontribusi dalam mengatur waktu perjalanan masyarakat secara lebih fleksibel, sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu waktu tertentu.

Data Posko Pelabuhan Gilimanuk mencatat pada tanggal 30 Desember 2025, jumlah penumpang mencapai 27.826 orang, naik 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 8.350 unit, meningkat 18,3%.

Kenaikan signifikan terjadi pada truk logistik yang mencapai 1.821 unit, meningkat 34,6%. Sementara kendaraan roda dua tercatat 3.798 unit, meningkat 24,6%.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, ASDP telah menyiapkan 55 kapal dan 17 dermaga. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kesiapan ini didukung oleh personel operasional yang memadai, serta penerapan delaying system dan buffer zone di sejumlah titik.

Dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang disiagakan sebagai dermaga perbantuan untuk mendukung proses bongkar muat dari Gilimanuk ke Ketapang apabila diperlukan, guna menjaga kelancaran arus dan fleksibilitas operasional.

ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat, untuk memastikan operasional penyeberangan tetap aman di tengah potensi perubahan cuaca dan dinamika lapangan.