Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup tahun 2025 dengan torehan positif, meski tipis. Pada perdagangan terakhir, Selasa (30/12/2025), IHSG menguat 0,031% dan bertengger di level 8.646,94.
Walau menguat, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar reguler senilai Rp 888,53 miliar.
Analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memprediksi IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya di awal tahun 2026. Menurutnya, saat ini IHSG sedang berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target resistance terdekat di area 8.660, sementara support berada di level 8.610,” ujar Reza.
Reza menambahkan, sentimen optimisme awal tahun yang biasanya muncul seiring semangat ekonomi baru dapat menjadi pendorong positif bagi pergerakan pasar saham.
Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang optimistis terhadap prospek pasar saham pada tahun 2026 juga berpotensi menjaga sentimen positif di kalangan investor.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah faktor eksternal dan data ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG.
Salah satunya adalah rilis data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia yang dijadwalkan hari ini.
“Data PMI akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah aktivitas manufaktur domestik di awal tahun, yang pada akhirnya dapat memengaruhi sentimen pasar saham,” jelas Reza.
Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan sentimen yang ada, pergerakan IHSG di awal perdagangan 2026 diperkirakan masih akan bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat, asalkan mampu bertahan di atas area support terdekat.







