Tutup
NewsRegulasi

Ekosistem Haji Umrah Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Sumbar

180
×

Ekosistem Haji Umrah Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Sumbar

Sebarkan artikel ini

Langkah ini ditempuh melalui pembangunan ekosistem ekonomi terintegrasi berbasis religi yang melibatkan perbankan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

155.283-jemaah-reguler-telah-lunasi-biaya-haji-1446-h
155.283 Jemaah Reguler Telah Lunasi Biaya Haji 1446 H

Padang – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat mulai menggeser paradigma pengelolaan haji dan umrah dari kegiatan keagamaan musiman menjadi penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Langkah ini ditempuh melalui pembangunan ekosistem ekonomi terintegrasi berbasis religi yang melibatkan perbankan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan Kemenhaj Sumbar dengan jajaran pimpinan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS-Bipih) di Padang, Rabu (31/12).

Kolaborasi ini diarahkan untuk menyelaraskan layanan keuangan dengan kebutuhan jemaah yang semakin dinamis, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menilai potensi ekonomi terbesar justru berada pada sektor umrah yang berlangsung sepanjang tahun.

Berbeda dengan haji yang memiliki jadwal terbatas, arus keberangkatan umrah dari Sumatera Barat menunjukkan tren yang terus meningkat.

“Senin dan Rabu pekan depan saja, masing-masing ada 420 jemaah yang terbang langsung dari Padang ke Jeddah. Jika ditotal, potensi setahun bisa menembus lebih dari 50 ribu jemaah umrah,” ungkap Rifki.

Besarnya jumlah tersebut, menurutnya, menghadirkan peluang ekonomi yang sangat besar sekaligus tantangan bagi negara untuk hadir lebih kuat.

Kehadiran negara dibutuhkan tidak hanya dalam pengawasan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), tetapi juga dalam memastikan potensi ekonomi yang muncul dapat dikelola secara terintegrasi dan terlindungi.

Rifki menegaskan, selama ini dampak ekonomi umrah belum terkelola dalam satu sistem yang utuh.

Padahal, jika dirancang dengan baik, sektor ini dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan, melibatkan sektor keuangan, jasa, hingga perdagangan lokal.

Melalui sinergi dengan perbankan, Kemenhaj Sumbar mendorong terciptanya layanan keuangan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan jemaah, mulai dari transaksi, perlindungan dana, hingga kemudahan layanan sebelum keberangkatan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan ibadah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Ekosistem ekonomi haji dan umrah ini juga diharapkan memberi dampak nyata bagi pemulihan ekonomi masyarakat Sumatera Barat, khususnya setelah wilayah tersebut sempat dilanda bencana.

Dengan arus jemaah yang stabil sepanjang tahun, sektor ini dinilai memiliki daya ungkit yang kuat bagi ekonomi lokal.