Tutup
Jasa KeuanganPerbankan

ATM dan Layanan Bank Nagari Tetap Berjalan Meski Agam Dilanda Bencana

213
×

ATM dan Layanan Bank Nagari Tetap Berjalan Meski Agam Dilanda Bencana

Sebarkan artikel ini

Saat ini, Bank Nagari Cabang Lubuk Basung memiliki total 14 unit ATM yang tersebar di berbagai titik wilayah kerja.

Agam – Di tengah bencana hidrometeorologi yang terus melanda Kabupaten Agam hingga akhir Desember 2025, Bank Nagari Cabang Lubuk Basung memastikan layanan perbankan tetap berjalan dan tidak terganggu secara signifikan.

Meski sejumlah fasilitas berada di wilayah terdampak banjir, operasional bank dinyatakan tetap aman.

Kepala Cabang Bank Nagari Lubuk Basung, Helfiyanrika, menyampaikan bahwa memang terdapat fasilitas layanan yang sempat terdampak bencana, namun tidak sampai mengalami kerusakan serius.

“Ada memang yang terdampak, tapi tidak ada yang rusak hingga mengganggu layanan. Yang terganggu itu hanya untuk datang ke sana akibat cuaca,” ujarnya baru-baru ini.

Salah satu fasilitas yang terdampak banjir adalah mesin ATM di kawasan SMA Negeri Agam Cendekia.

Namun, menurut Helfiyanrika, kondisi ATM tersebut tetap aman dan tidak mengalami kerusakan fungsional meskipun area sekitarnya tergenang air.

Saat ini, Bank Nagari Cabang Lubuk Basung memiliki total 14 unit ATM yang tersebar di berbagai titik wilayah kerja.

Selain itu, terdapat satu kantor cabang pembantu (capem) dan satu kantor kas yang tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan nasabah di tengah situasi bencana.

Di sisi lain, Bank Nagari Cabang Lubuk Basung juga menghadapi tantangan berupa kredit macet dengan total nilai sekitar Rp10 miliar.

Kredit macet tersebut berasal dari berbagai segmen, termasuk kredit ASN dan kredit komersial.

Kondisi ini turut dipengaruhi oleh dampak ekonomi akibat bencana yang melanda wilayah Agam sejak akhir November 2025.

Bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada debitur Bank Nagari.

Tercatat sebanyak 70 debitur terdampak dengan nilai kredit mencapai Rp18 miliar. Dua di antaranya meninggal dunia akibat terseret banjir di Kecamatan Palembayan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Bank Nagari menempuh kebijakan reschedule pembayaran kredit bagi debitur yang terdampak bencana.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberi ruang pemulihan bagi debitur agar dapat kembali menjalankan usahanya.

Selain itu, Bank Nagari juga menyalurkan bantuan bencana untuk Kabupaten Agam senilai Rp40 juta.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari kontribusi sosial Bank Nagari dalam membantu pemulihan pascabencana.

Di tengah bencana yang terjadi, kontribusi Bank Nagari terhadap daerah tetap berjalan.

Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Agam menerima dividen dari Bank Nagari Cabang Lubuk Basung sebesar Rp13 miliar, yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Dengan menjaga layanan tetap berjalan, menyalurkan bantuan, serta memberikan keringanan kepada debitur terdampak, Bank Nagari Cabang Lubuk Basung berupaya tetap hadir mendampingi masyarakat Agam dalam menghadapi dampak bencana hidrometeorologi yang belum sepenuhnya berakhir.