Wall Street Menggeliat Naik, Saham Energi Melesat Pasca Penangkapan Maduro
New York – Wall Street memulai pekan ini dengan catatan positif. Indeks-indeks utama melambung pada pembukaan perdagangan Senin (5/1/2026), didorong oleh pemulihan sektor teknologi dan lonjakan saham energi.
Katalis utama kenaikan ini adalah operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Dow Jones Industrial Average naik 0,19% atau 93,4 poin ke level 48.475,81. S&P 500 menguat 0,49% atau 33,7 poin ke posisi 6.892,19, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,92% atau 214 poin ke level 23.449,67.
Investor bereaksi positif terhadap langkah AS tersebut, melihat potensi terbukanya akses perusahaan Amerika ke cadangan minyak terbesar di dunia.
Saham-saham perusahaan energi AS pun langsung merespons. Exxon Mobil menguat 2,8%, Chevron naik 6,4%, sementara ConocoPhillips, SLB, dan Halliburton mencatatkan kenaikan antara 6% hingga 8%.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa embargo AS terhadap minyak Venezuela masih tetap berlaku.
Reaksi pasar minyak global sendiri relatif terbatas. Analis menilai investor lebih fokus pada prospek produksi, sanksi, dan arus investasi ke depan.
“Reaksi harga minyak yang relatif tenang menunjukkan pelaku pasar melihat melampaui perkembangan geopolitik jangka pendek dan lebih fokus pada prospek produksi, sanksi, serta arus investasi ke depan,” kata David Morrison, analis pasar senior di Trade Nation.
Selain sektor energi, saham-saham perusahaan pertahanan juga mengalami penguatan. Produsen drone AeroVironment dan Kratos Defense masing-masing naik 3,4%.
Setelah mengalami aksi jual pada pekan sebelumnya, sektor teknologi mulai stabil. Nvidia menguat 1,5% dan Broadcom naik 1,6% dalam perdagangan pra-pasar.
“Sentimen risiko membaik karena aksi di Venezuela dipandang sebagai kejadian satu kali, sementara pasar saham global terdorong oleh ekspektasi biaya energi yang lebih rendah,” tulis Bob Savage, Head of Markets Macro Strategy BNY, dalam catatannya.
Pelemahan pekan lalu sempat mematahkan harapan terjadinya Santa Claus rally.
Namun, ketiga indeks utama Wall Street mencatatkan kenaikan dua digit sepanjang 2025, melanjutkan rekor yang terjadi pada periode 2019–2021.
Dow Jones juga mencatat delapan bulan kenaikan beruntun hingga Desember, terpanjang sejak 2017–2018.
Pekan ini, perhatian investor tertuju pada data pasar tenaga kerja AS, termasuk laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat mendatang.
Data tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed pada 2026.
Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 60 basis poin sepanjang tahun ini.
Data aktivitas manufaktur AS versi Institute for Supply Management (ISM) untuk Desember juga dijadwalkan rilis setelah pembukaan pasar.
Di sektor kripto, saham-saham emiten terkait menguat seiring lonjakan harga Bitcoin yang menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.
Marathon Digital naik 3,7%, Riot Platforms menguat 3,3%, dan Coinbase melonjak 3,9% setelah Goldman Sachs dilaporkan menaikkan rekomendasi saham tersebut menjadi “beli” dari sebelumnya “netral”.
Saham produsen chip memori juga menguat di tengah laporan potensi kelangkaan pasokan yang dapat mendorong kenaikan harga. Micron Technology naik 2,8%, Western Digital menguat 3,1%, dan Sandisk naik 2,6%.







