Tutup
Regulasi

Net Sell Asing Terbesar: Saham Apa yang Dilepas Saat IHSG Rekor?

237
×

Net Sell Asing Terbesar: Saham Apa yang Dilepas Saat IHSG Rekor?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau *all time high* (ATH) pada perdagangan Selasa (6/1/2026), melanjutkan tren positif dalam empat hari perdagangan pertama di Januari 2026.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat sebesar 0,84% atau naik 74,41 poin, mencapai level 8.933,60.

Kenaikan ini didukung oleh performa mayoritas sektor saham, di mana 10 dari 11 indeks sektoral menunjukkan penguatan.

Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 3,35%, diikuti oleh sektor perindustrian yang naik 2,14%. Sektor energi menguat 1,62%, sektor teknologi naik 1,57%, serta sektor properti dan real estat menguat 1,34%.

Sektor infrastruktur juga mencatatkan penguatan sebesar 0,86%, disusul oleh sektor barang konsumer primer yang naik 0,73%, sektor keuangan 0,66%, barang konsumer nonprimer 0,22%, dan sektor kesehatan 0,17%.

Satu-satunya sektor yang mengalami penurunan adalah sektor transportasi, dengan kontraksi sebesar 0,89%.

Total volume transaksi saham di BEI mencapai 67,58 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp33,90 triliun. Tercatat 428 saham mengalami kenaikan harga, 256 saham melemah, dan 127 saham stagnan.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp201,16 miliar di seluruh pasar.

Meskipun IHSG mengalami reli, terdapat sejumlah saham yang justru mengalami *net sell* terbesar oleh investor asing.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan *net sell* terbesar oleh investor asing pada hari Rabu:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 648,48 miliar
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 385,15 miliar
3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 253,64 miliar
4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 140,86 miliar
5. PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG): Rp 89,92 miliar
6. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp 77,13 miliar
7. PT Trimegah Bangun Perasada Tbk (NCKL): Rp 46,26 miliar
8. PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO): Rp 32,57 miliar
9. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp 25,91 miliar
10. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp 25,14 miliar