Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perdagangan (suspensi) enam saham sekaligus mulai sesi pertama perdagangan Kamis, 8 Januari 2026.
Keputusan ini diambil seiring lonjakan harga kumulatif yang signifikan pada keenam saham tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Adapun keenam saham yang terkena suspensi adalah PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD), PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), dan PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS).
BEI menjelaskan, suspensi ini dilakukan sebagai langkah *cooling down* untuk melindungi para investor dari potensi risiko yang mungkin timbul akibat volatilitas harga yang tinggi.
Penghentian sementara perdagangan saham ARKO, SIPD, GRPM, BIPI, FIRE, dan BBSS berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Suspensi ini efektif mulai sesi I pada 8 Januari 2026 hingga pengumuman lebih lanjut dari pihak Bursa.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan resminya pada Rabu (7/1/2026) mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perusahaan.
Sebagai informasi tambahan, dalam sebulan terakhir, saham FIRE mencatat kenaikan paling signifikan dengan lonjakan mencapai 165,98%.
Disusul oleh saham BIPI yang melonjak 100%, saham GRPM naik 96,77%, dan saham BBSS yang mengalami kenaikan sebesar 80,69%.
Sementara itu, saham ARKO tercatat meningkat sebesar 108,74% dan saham SIPD naik 63,19% dalam periode yang sama.







