Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menghubungi Elon Musk, pendiri starlink, untuk membahas pemulihan akses internet di Iran.Langkah ini diambil menyusul pemutusan akses internet oleh pemerintah Iran di tengah gelombang protes.
Trump menilai Musk memiliki keahlian mumpuni di bidang ini.
“Dia (Musk) sangat mahir dalam hal semacam itu. Dia juga memiliki perusahaan (SpaceX yang membawahi Starlink) yang sangat bagus,” ujar Trump, seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/1/2026).
Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Elon Musk maupun SpaceX terkait pernyataan Trump.
Hubungan antara Musk dan Trump diketahui mengalami pasang surut. Musk sempat mendukung kampanye Pilpres Trump pada 2024, namun kemudian berselisih terkait kebijakan pajak.
Meski demikian, keduanya dikabarkan telah memperbaiki hubungan, bahkan sempat makan malam bersama di resor Mar-A-Lago milik Trump awal bulan ini.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dijadwalkan mengunjungi fasilitas SpaceX di Texas pada 13 Januari 2026.
Sebelumnya, Musk telah menyatakan dukungannya untuk menyediakan Starlink bagi warga Iran, terutama saat terjadi pembatasan internet oleh pemerintah, seperti pada protes tahun 2022.
Pada tahun yang sama,Presiden Joe Biden juga bekerja sama dengan Musk untuk mengaktifkan Starlink di Iran setelah protes atas kematian Mahsa Amini.
Starlink juga pernah digunakan di wilayah konflik seperti Ukraina. namun, Musk sempat memerintahkan penutupan layanan tersebut selama “serangan” penting ukraina pada 2022.
Pemadaman internet di Iran telah berlangsung sejak 8 Januari lalu, menghambat arus informasi di tengah protes yang semakin meluas.
Protes ini dipicu oleh kenaikan harga yang signifikan sejak 28 Desember 2025, dan kemudian berkembang menjadi penentangan terhadap pemerintah ulama yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Terpisah, Malaysia menyusul Indonesia dalam menangguhkan akses ke chatbot Grok milik Elon Musk karena konten pornografi yang dihasilkan oleh AI.







