Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

IHSG Bergolak: Profit Taking Energi Tekan Performa

228
×

IHSG Bergolak: Profit Taking Energi Tekan Performa

Sebarkan artikel ini
ihsg-tiba-tiba-anjlok-siang-ini,-400-lebih-saham-kebakaran
IHSG Tiba-tiba Anjlok Siang Ini, 400 Lebih Saham Kebakaran

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan pada perdagangan Senin (12/1), bahkan sempat anjlok lebih dari 2 persen.

IHSG menyentuh level 8.715 setelah dibuka di posisi 8.991.

Namun, IHSG menunjukkan resiliensinya dengan bangkit dan ditutup menguat tipis pada sesi pertama perdagangan.

Pada penutupan sesi I, IHSG tercatat naik 0,13 persen atau 11,21 poin, mencapai level 8.947,96.

Data menunjukkan 359 saham mengalami penguatan, sementara 311 saham melemah, dan 141 saham stagnan.

Pada pukul 14.40 WIB,IHSG berada di level 8.861, dengan 480 saham bergerak turun, 233 saham naik, dan 98 saham tidak bergerak.

Sebelumnya, analis telah memperkirakan potensi pelemahan IHSG di awal pekan ini.

Herditya Wicaksana, Head of Research Retail MNC Sekuritas, menilai tekanan pada IHSG disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham sektor energi.

“Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2 persen,” ujar Herditya.

Ia menambahkan, “Kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan.”

Herditya juga menyoroti bahwa IHSG terlihat kembali rebound meskipun masih berada di zona negatif.

Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gustam, menduga koreksi ini dipicu oleh sentimen geopolitik global.

“hemat saya berkaitan dengan dinamika geopolitik. Terus,terdapat aksi profit taking saham energi turut merupakan indikasi sebagai salah satu penyebab terkoreksinya IHSG,” kata Nafan.

Sebelumnya, Founder WH-Project, William Hartanto, memprediksi IHSG berpotensi terkoreksi sehat setelah membentuk resistance di level 8.970.

Menurut William, kondisi jenuh beli (overbought) dipicu oleh tekanan pada saham-saham big caps, terutama dari Grup Barito.

“IHSG terlihat jenuh beli dan berpeluang mengalami koreksi sehat di area 8.970,” ujar William.

William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.900 dan resistance 9.000 pada perdagangan hari ini.