Tutup
EkonomiNewsOtomotif

Trump Ancam, Bursa Asia Bergejolak, Saham Korsel Tertekan

160
×

Trump Ancam, Bursa Asia Bergejolak, Saham Korsel Tertekan

Sebarkan artikel ini
bursa-asia-dibuka-fluktuatif,-saham-otomotif-korsel-rontok-diterpa-ancaman-tarif-trump
Bursa Asia Dibuka Fluktuatif, Saham Otomotif Korsel Rontok Diterpa Ancaman Tarif Trump

gangnam – Bursa Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada Selasa (27/1/2026). Indeks Korea Selatan (Korsel) tertekan akibat penurunan tajam saham otomotif.

Sentimen negatif ini dipicu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif impor ke Korsel.

Trump menyatakan belum ada kesepakatan dagang antara Seoul dan Washington. Ia berencana menaikkan tarif impor menjadi 25 persen dari 15 persen.

Saham raksasa otomotif,Hyundai dan Kia,langsung merespons dengan penurunan masing-masing 4 persen dan 5 persen.

Akibatnya, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,36 persen. Namun, indeks Kosdaq justru naik 1,41 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,24 persen, dan indeks Topix turun 0,31 persen pada pembukaan pasar.

Australia menjadi pengecualian dengan penguatan 1,22 persen, mencapai level tertinggi. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.883, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 26.765,52.

Sementara itu, Wall Street ditutup positif. Indeks S&P 500 melonjak 0,50 persen dan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,64 persen.

Nasdaq Composite juga naik 0,43 persen, didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi menjelang rilis laporan keuangan. Saham Apple naik sekitar 3 persen, Meta Platforms melonjak 2 persen, dan Microsoft melambung 1 persen.