Tutup
EkonomiNewsTransportasi

Agus Pambagio Kritisi Restrukturisasi Utang Whoosh Jadi 60 Tahun

183
×

Agus Pambagio Kritisi Restrukturisasi Utang Whoosh Jadi 60 Tahun

Sebarkan artikel ini
agus-pambagio-buka-suara-soal-restrukturisasi-utang-whoosh-dari-40-jadi-60-tahun
Agus Pambagio Buka Suara Soal Restrukturisasi Utang Whoosh dari 40 Jadi 60 Tahun

Jakarta – Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh terus menjadi sorotan. Perpanjangan tenor dari 40 tahun menjadi 60 tahun menuai beragam tanggapan.

Analis Kebijakan Publik, Agus Pambagio, turut angkat bicara mengenai isu ini. Ia menekankan pentingnya negosiasi restrukturisasi yang berkelanjutan.

“Perundingan tidak boleh stagnan, harus terus berjalan. Masing-masing pihak harus duduk bersama mencari jalan keluar,” ujar agus dalam sebuah dialog.

Agus mencontohkan restrukturisasi ini seperti memperpanjang cicilan rumah atau mobil. Tujuannya, kata dia, adalah menyesuaikan beban pembayaran dengan kemampuan finansial.

Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan dari sisi biaya (cost) dan pendapatan (revenue) whoosh. Hal ini menjadi kunci agar restrukturisasi berjalan efektif.

Aspek biaya dan pendapatan Whoosh perlu ditinjau ulang. Langkah efisiensi dan perhitungan ulang kondisi keuangan saat ini diperlukan. Tujuannya, memastikan proyek tidak berisiko.

Agus menyinggung pembayaran BHP frekuensi senilai Rp1,3 triliun per tahun yang masih dibebankan ke Telkomsel. Menurutnya, hal ini bisa menjadi bahan diskusi untuk meringankan beban proyek.

Terkait perpanjangan tenor yang dianggap akan meningkatkan bunga, Agus memiliki pandangan berbeda.

“Bunganya bisa turun, tapi jumlahnya tetap sama. Ini seperti memperpanjang pinjaman rumah atau mobil agar tidak disita,” jelasnya.

Agus menegaskan bahwa negosiasi ulang adalah satu-satunya pilihan realistis saat ini.

“Tidak ada pilihan lain.Satu-satunya cara adalah bernegosiasi ulang,” tegasnya.

Ia menyarankan agar proyek dihentikan sementara sampai Bandung. “Jangan dilanjutkan ke Surabaya sebelum masalah ini selesai,” imbuhnya.

Agus menilai proyek Jakarta-Bandung ini bisa menjadi pelajaran berharga. Oleh karena itu, proyek perlu ditunda sementara sampai seluruh persoalannya benar-benar tuntas.