Tutup
News

AI Ancam Pekerjaan: Perusahaan Ramai Adopsi, Pekerja Harus Bersiap Hadapi Perubahan

224
×

AI Ancam Pekerjaan: Perusahaan Ramai Adopsi, Pekerja Harus Bersiap Hadapi Perubahan

Sebarkan artikel ini
pekerja-kerah-putih-waspada!-ai-diprediksi-bisa-gantikan-20-persen-pekerjaaan-pada-2030
Pekerja Kerah Putih Waspada! AI Diprediksi Bisa Gantikan 20 Persen Pekerjaaan pada 2030

Jakarta – Transformasi dunia kerja di era digital semakin nyata dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Para ahli teknologi terkemuka memiliki pandangan beragam mengenai dampak adopsi AI yang meluas, terutama terkait potensi hilangnya lapangan pekerjaan.

Dario Amodei,CEO Anthropic,memperingatkan potensi lonjakan pengangguran hingga 20% dalam satu hingga lima tahun ke depan akibat AI,khususnya di sektor pekerjaan kerah putih. “AI sangat hebat, jadi akan menggantikan manusia,” ujarnya kepada CNN, Jumat (25/7/2025).Berikut adalah rangkuman berbagai perspektif mengenai dampak AI terhadap dunia kerja:

AI Sebagai Pembenaran PHK

Beberapa pihak berpendapat bahwa kekhawatiran terhadap AI dapat dimanfaatkan perusahaan untuk merampingkan tenaga kerja. Slogan “AI sangat hebat, jadi akan menggantikan manusia” bisa menjadi alasan bagi eksekutif untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perbedaan Pendapat Para Tokoh Teknologi

Jensen Huang, CEO Nvidia, berpendapat bahwa AI hanya akan menghilangkan pekerjaan jika ‘dunia kehabisan ide’. Sementara itu, Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, menganggap ancaman “jobpocalypse” sebagai isu yang kurang signifikan.

AI Mulai Menggantikan Pekerjaan

faktanya, banyak perusahaan teknologi telah mengurangi jumlah karyawan hingga ratusan atau ribuan orang pada tahun ini karena AI mengambil alih tugas-tugas seperti pengembangan perangkat lunak.

Perubahan Tak Terhindarkan

Mayoritas pakar sepakat bahwa sifat pekerjaan akan mengalami perubahan. Cara kerja, jenis pekerjaan, dan peran manusia akan bertransformasi secara signifikan.

Kekhawatiran Publik

Survei Pew Research Center menunjukkan bahwa lebih dari separuh warga Amerika Serikat khawatir tentang dampak AI di dunia kerja, dan sepertiga percaya AI akan mengurangi kesempatan kerja.

Perombakan Kompleks, Bukan Penghapusan

Gaurab Bansal dari Responsible Innovation Labs menyatakan bahwa akan terjadi perpindahan dan perubahan peran, bukan sekadar eliminasi. “Saya pikir kita sedang menghadapi perombakan yang kompleks, bukan penghapusan langsung,” jelasnya.

Kemunculan ‘Agentic AI’

AI kini tidak hanya menjawab pertanyaan sederhana. Teknologi baru seperti agentic AI mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks secara mandiri.

Swami Sivasubramanian dari Amazon Web Services menjelaskan bahwa manusia dapat memberikan tujuan kepada AI, dan AI akan memecahnya menjadi langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut. “Anda tiba-tiba memiliki sistem berpikir dan bernalar,” ungkapnya.

Amazon berhasil memperbarui 30.000 aplikasi perangkat lunaknya dalam enam bulan dengan AI, pekerjaan yang biasanya membutuhkan 4.500 pengembang selama setahun, sehingga menghemat sekitar 250 juta dolar AS.

Adopsi AI oleh Perusahaan Teknologi

Satya Nadella, CEO Microsoft, menyebut bahwa 20% hingga 30% kode perusahaannya kini dibuat oleh AI. Mark Zuckerberg, CEO Meta, menargetkan separuh pengembangan kode di perusahaannya akan dilakukan oleh AI pada tahun depan.Salesforce mengklaim AI menangani 30%-50% dari total pekerjaan mereka.

Kemudahan Penerapan AI

Steven Adler, mantan peneliti OpenAI, menyoroti kemudahan adopsi AI. “Pekerja AI hanyalah perangkat lunak, Anda tidak perlu membeli mesin fisik yang mahal. Mereka juga bisa ditingkatkan dengan mudah,” katanya.AI Lebih Banyak Mengubah daripada Menghapus

Yann LeCun, Chief AI Scientist dari Meta, mengatakan sebagian besar tugas tidak dapat sepenuhnya diotomatisasi. AI hanya cocok untuk sebagian kecil dari pekerjaan manusia.

Pelatihan SDM Jadi Kunci

Pemerintah dan perusahaan mulai berinvestasi pada pelatihan AI.

AI Menciptakan Pekerjaan Baru

Dan priest dari PwC mengatakan bahwa AI akan menciptakan kategori pekerjaan baru yang belum kita bayangkan. “Secara bersih, harusnya ada pertumbuhan pekerjaan yang positif, hanya saja dalam bentuk pekerjaan yang berbeda.”