Tutup
KonsumenNews

Air Kemasan: Industri dan Konsumen Terus Berdebat

214
×

Air Kemasan: Industri dan Konsumen Terus Berdebat

Sebarkan artikel ini
heboh-polemik-soal-sumber-mata-air-kemasan-bisa-rugikan-industri-hingga-konsumen,-ini-penjelasannya
Heboh Polemik soal Sumber Mata Air Kemasan Bisa Rugikan Industri hingga Konsumen, Ini Penjelasannya

Jakarta – Polemik mengenai sumber air kemasan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Anggota komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, menekankan pentingnya meluruskan informasi terkait praktik pengambilan air oleh industri.

Rizal menilai, persepsi keliru muncul karena publik menyamakan proses pengambilan air oleh industri dan rumah tangga. Padahal, keduanya sangat berbeda.

“Kalau perusahaan sudah sesuai standar, pasti akan kita dukung,” tegas Rizal, Minggu (2/11/2025).Rizal menjelaskan, regulasi pemerintah mengarahkan industri air minum untuk mengambil air dari akuifer dalam, bukan dari sumur dangkal milik warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap sumber air masyarakat.

Ia juga menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap produk AMDK yang memiliki label SNI dan izin edar BPOM. Sebab,produk-produk tersebut telah melalui pengujian mutu yang ketat.

DPR berencana melibatkan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) untuk membantu meluruskan kesalahpahaman yang ada di masyarakat.Sementara itu,Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin),rachmat Hidayat,menegaskan bahwa pengambilan air melalui sumur bor dalam adalah praktik yang sah dan lazim dilakukan di seluruh dunia.

“Akuifer dangkal dan akuifer dalam tidak berhubungan,” tegas Rachmat.

Ia menambahkan,AMDK berasal dari akuifer dalam dengan perizinan dan pengawasan yang sangat ketat.

Rachmat menilai, polemik ini justru menjadi momen yang tepat untuk mengedukasi publik mengenai perbedaan antara air tanah dangkal dan air akuifer dalam.

“Polemik ini seharusnya jadi momentum edukasi, bukan kekhawatiran,” pungkasnya.