Jakarta – Di tengah pesatnya adopsi teknologi rumah pintar, Kaspersky mengingatkan akan potensi ancaman siber yang mengintai. Perusahaan keamanan siber tersebut pada Jumat (27/6/2025) memberikan sejumlah tips untuk melindungi perangkat rumah pintar dari serangan.Perangkat rumah pintar seperti asisten suara, robot dapur, dan lampu pintar, kini semakin populer. Bahkan,diperkirakan pada 2028,lebih dari 33 persen rumah tangga di seluruh dunia akan mengadopsi sistem rumah pintar.
Sistem rumah pintar mengintegrasikan berbagai perangkat, menciptakan lingkungan interaktif antara gadget dan pengguna. Sistem ini biasanya memiliki hub atau pengontrol pusat sebagai “otak”.Sistem ini mencakup kamera,sensor,aktuator,kulkas,pemanggang roti,mesin cuci,hingga penyedot debu. Perangkat-perangkat ini terhubung melalui internet dan dapat diakses melalui aplikasi seluler, asisten suara, atau portal web.
Kenyamanan menjadi keunggulan utama, memungkinkan pengguna mengatur jadwal perangkat atau merespons peristiwa tertentu secara otomatis. Bahkan, TV dengan teknologi AI dapat membantu menemukan resep dan membandingkan produk sesuai stok di lemari es.
Namun, koneksi internet menjadi kelemahan utama. Kerentanan terhadap peretasan meningkat karena konektivitas Wi-Fi dan kebutuhan untuk masuk ke akun pribadi. Sebagai contoh, penyerang dapat mengakses robot penyedot debu Ecovacs untuk memata-matai pemiliknya dan mengganggu mereka. Sistem kasur yang terhubung internet pun berpotensi diretas.
Meski terdengar menakutkan, pengguna tidak perlu panik. Perwakilan Kaspersky dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (27/6/2025) menekankan pentingnya aturan keamanan dasar untuk menikmati manfaat teknologi pintar dengan aman. “Meskipun kasus serangan perangkat rumah pintar masih jarang, aturan keamanan dasar sangat penting,” ujarnya.







