Tutup
BisnisEkonomiNews

Amazon Kembali Merumahkan Ribuan Karyawan, Gelombang PHK Berlanjut

131
×

Amazon Kembali Merumahkan Ribuan Karyawan, Gelombang PHK Berlanjut

Sebarkan artikel ini
amazon-mau-phk-lagi,-14.000-karyawan-di-divisi-ini-terancam
Amazon Mau PHK Lagi, 14.000 Karyawan di Divisi Ini Terancam

Jakarta – Kabar kurang sedap kembali menghampiri industri teknologi. Raksasa e-commerce, Amazon, dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini bersiap melakukan penyesuaian besar di level korporasi.

Amazon dilaporkan tengah mempersiapkan gelombang kedua PHK global yang diperkirakan dimulai pekan ini.

targetnya, pemangkasan sekitar 10 persen karyawan kantoran secara global. Jumlah ini setara dengan kurang lebih 30.000 posisi.

Jumlah posisi yang terdampak pada gelombang kedua ini diperkirakan mencapai 14.000 posisi. Skala ini serupa dengan PHK yang dilakukan pada Oktober tahun lalu.

Pemangkasan ini diperkirakan menyentuh sejumlah divisi penting.Mulai dari Amazon Web Services (AWS), operasi ritel, Prime Video, hingga departemen sumber daya manusia (HR).

Hingga saat ini, Amazon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana PHK terbaru tersebut.

Sebelumnya, Amazon telah memangkas 27.000 pekerjaan pada 2022.Jika rencana pengurangan total 30.000 peran korporasi ini tuntas, maka langkah tersebut akan menjadi PHK kolektif terbesar sepanjang 30 tahun sejarah Amazon.

Dalam gelombang PHK sebelumnya, Amazon tetap menggaji karyawan terdampak selama 90 hari. Mereka juga diberi kesempatan untuk melamar posisi internal lain setelah masa tersebut berakhir.

Pada tahun lalu saja, Amazon memangkas sekitar 14.000 posisi di seluruh dunia.

Sejumlah analis menilai bahwa gelombang PHK terbaru ini berkaitan erat dengan meningkatnya penggunaan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) di internal Amazon.

Namun, analis lain berpendapat bahwa langkah ini lebih merupakan penyesuaian organisasi. Tujuannya untuk memangkas tingkat birokrasi internal yang dinilai telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Di Eropa,Amazon juga telah melakukan efisiensi serupa. Di spanyol, perusahaan menjalankan program redundansi (ERE) tahun lalu yang berdampak pada 1.200 karyawan.

Sejalan dengan strategi globalnya, pemangkasan tersebut hanya menyasar posisi korporasi. Termasuk di Amazon Digital Spain di Madrid serta Amazon Spain Service di Barcelona.