Tutup
EkonomiInvestasiNews

Analis Ungkap Potensi Bitcoin Sentuh Titik Terendah Baru

233
×

Analis Ungkap Potensi Bitcoin Sentuh Titik Terendah Baru

Sebarkan artikel ini
bitcoin-bakal-ambruk-lagi?-analis-prediksi-potensi-harga-jatuh-di-bawah-rp1-miliar
Bitcoin Bakal Ambruk Lagi? Analis Prediksi Potensi Harga Jatuh di Bawah Rp1 Miliar

jakarta – Harga Bitcoin diprediksi bisa kembali tertekan hingga desember mendatang. Analis senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, bahkan memperkirakan mata uang kripto ini bisa merosot ke level US$50.000 atau setara Rp830 juta.

Prediksi ini didasarkan pada sejumlah faktor makroekonomi yang tengah berlangsung. Salah satunya adalah performa Bitcoin yang melemah terhadap emas.

“Dengan emas menembus rekor tertinggi dan menyerap aliran dana sebagai aset aman, performa Bitcoin yang melemah terhadap logam mulia ini menambah momentum penurunan,” ujar McGlone, seperti dikutip dari Finbold, Minggu (30/11/2025).

McGlone menambahkan, kondisi ini meningkatkan kemungkinan harga Bitcoin kembali menguji titik pivot jangka panjang di US$50.000. Bahkan, penurunan bisa lebih dalam jika tren saat ini berlanjut.

Volatilitas pasar saham yang rendah juga menjadi perhatian utama. McGlone menilai,ketenangan pasar saham saat ini bisa menyembunyikan keretakan yang lebih dalam.

Secara historis, indeks saham S&P 500 sering mengikuti pergerakan Bitcoin saat turun di bawah rata-rata pergerakan 50 minggu. Saat ini, baik Bitcoin maupun S&P 500 berada di bawah garis tren penting tersebut.

“Sejarah mencatat, saat terjadi penurunan besar pada 2018, pandemi 2020, dan pasar bearish 2022, saham segera meniru penurunan Bitcoin,” jelas McGlone.

Tekanan tambahan juga datang dari pasokan mata uang kripto lain yang terus bertambah. Hal ini menggerus pangsa pasar Bitcoin dan melemahkan dominasinya saat pasar sedang tertekan.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di US$91.415 atau setara Rp1,51 miliar. Angka ini naik hampir 1 persen dalam 24 jam terakhir, dan naik 6 persen dalam periode mingguan.

meski mengalami kenaikan, struktur teknis Bitcoin cenderung bearish. Rata-rata pergerakan 50 hari berada di US$103.001 atau setara Rp1,7 miliar, dan rata-rata pergerakan 200 hari di US$104.439 atau setara Rp1,73 miliar. Harga saat ini berada jauh di bawah kedua indikator tren penting tersebut.