Jakarta – Presiden AS donald Trump dilaporkan berhasil menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dua hari setelah Tahun Baru 2026. Ambisi Trump disebut-sebut untuk menguasai cadangan minyak mentah negara tersebut.
Namun, langkah ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah china akan tersingkir dari Amerika Latin?
Pasalnya, China telah lama berinvestasi di Venezuela sejak awal tahun 2000-an.
Para ahli dari NBCNews menilai China, sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, kemungkinan besar tidak akan tergusur dari Amerika Latin.
Negara tersebut telah berinvestasi dan membina hubungan selama lebih dari 20 tahun. Sementara, perhatian AS disebut lebih terfokus di tempat lain.
Pemerintahan Trump dilaporkan telah memerintahkan Venezuela untuk memutuskan hubungan ekonomi dengan beijing.
Namun, Menteri energi AS Chris Wright menyatakan negaranya tidak akan menghentikan pasokan minyak mentah Venezuela dari China.
“Mereka (China) akan terus membelinya, sama seperti negara-negara lain di dunia,” tegas Wright.
Meski demikian, China tidak sepenuhnya bergantung pada Venezuela untuk pasokan minyak mentah.
Walaupun Beijing membeli sebagian besar ekspor minyak mentah Venezuela, jumlah tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari total pembelian minyak mentah China.
Beijing mengecam keras tindakan AS terhadap Venezuela dan klaimnya atas minyak mentah negara tersebut.
Mereka menegaskan bahwa hak dan kepentingan sah China dan negara-negara lain di Venezuela harus dilindungi.
“Penggunaan kekuatan yang sembrono oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela dan tuntutannya agar Venezuela melepaskan sumber daya minyaknya berdasarkan prinsip ‘Amerika pertama’ merupakan perilaku intimidasi,” ujar Juru Bicara Kementerian luar Negeri China, Mao Ning.
Penjabat Presiden Venezuela, delcy RodrÃguez, menyambut baik dukungan dari China. Ia menyatakan telah bertemu dengan Duta Besar China untuk Venezuela, Lan Hu.
“Kami menghargai sikap tegas dan konsisten China dalam mengutuk keras pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan Venezuela,” kata RodrÃguez melalui unggahan di Telegram, merujuk pada penangkapan Nicolas Maduro oleh Delta Force dan CIA.
Venezuela adalah satu-satunya mitra strategis ‘sepanjang masa’ China di amerika latin.
Namun, hubungan tersebut memburuk selama 12 tahun pemerintahan Maduro.
Perdagangan bilateral dan investasi China menurun karena Venezuela menunggak pembayaran pinjaman miliaran dolar AS kepada China dan mengalami penurunan produksi minyak mentah.
Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia,melebihi 300 miliar barel.
Namun, akibat manajemen yang buruk oleh perusahaan minyak milik negara Venezuela (PDVSA) dan sanksi AS, produksi saat ini turun menjadi 1 juta barel per hari, sepertiga dari puncaknya yang mencapai 3 juta barel per hari.







