Tutup
News

Asosiasi Logistik Ungkap Penyebab Jalan Tol Cibitung-Cilincing Belum Optimal Dimanfaatkan

278
×

Asosiasi Logistik Ungkap Penyebab Jalan Tol Cibitung-Cilincing Belum Optimal Dimanfaatkan

Sebarkan artikel ini
asosiasi-logistik-ungkap-penyebab-jalan-tol-cibitung-cilincing-belum-optimal-dimanfaatkan
Asosiasi Logistik Ungkap Penyebab Jalan Tol Cibitung-Cilincing Belum Optimal Dimanfaatkan

Jakarta – Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Jakarta menyoroti pemanfaatan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) yang belum optimal oleh pelaku usaha logistik. Jalan tol yang diharapkan menjadi solusi penghubung kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Priok ini dinilai belum berfungsi maksimal.

Adil Karim, dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ALFI Jakarta, menjelaskan bahwa JTCC dirancang untuk mengintegrasikan koridor wilayah logistik. “Tol ini memang dirancang untuk memperlancar pergerakan logistik dari kawasan industri di timur Jakarta, seperti Cibitung dan sekitarnya, langsung ke pelabuhan, tanpa harus melalui jalur padat seperti Tol Jakarta-Cikampek,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/6).

Di tengah kepadatan jalur logistik menuju Pelabuhan Tanjung priok, integrasi koridor logistik dianggap sebagai solusi yang mendesak. Namun, Adil menyayangkan rendahnya tingkat pemanfaatan JTCC oleh pelaku usaha logistik. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh tarif tol yang dianggap tidak sebanding dengan efisiensi biaya operasional. “Untuk jarak sekitar 34 kilometer, tarifnya bisa lebih dari Rp100 ribu. Ini memberatkan pengusaha, apalagi sopir truk yang akhirnya enggan lewat tol,” ungkapnya.

ALFI mendorong pemerintah dan pengelola tol untuk mengevaluasi tarif JTCC. Adil berpendapat, “Kalau tarif bisa lebih bersahabat, sopir akan lebih memilih lewat tol ketimbang jalan biasa. Ini tentu akan mempercepat distribusi logistik secara keseluruhan.”

Sementara itu, tokoh masyarakat kabupaten Bekasi, Dahrim, menyampaikan bahwa keberadaan JTCC memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan membawa kemajuan bagi wilayahnya. “Dulu kalau mau ke jakarta lewat Bekasi macetnya luar biasa. Sekarang bisa lewat Tol cibitung-Cilincing,jauh lebih lancar,” tuturnya.

Dahrim menambahkan bahwa waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat.Ia menjelaskan, “Dari yang sebelumnya bisa 1,5 sampai 2 jam, sekarang 30 menit sudah sampai ke Pemerintah Kabupaten Bekasi.”

Senada dengan Dahrim, Soleh, kepala dusun Srimahi, Tambun Utara, Bekasi, juga menyampaikan bahwa akses ke Jakarta kini menjadi lebih mudah dan cepat. “Selain itu kampungnya yang dulu sepi, sekarang lebih hidup karena dekat pintu tol di Gabus,” ujarnya.

Meskipun demikian, Soleh berharap pemerintah dapat mempercepat pengembangan tol dan melakukan penyesuaian tarif agar lebih terjangkau. “Kami juga berharap ada subsidi atau penyesuaian tarif permanen untuk Tol Cibitung-Cilincing dari pemerintah. yang paling utama, tarifnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat secara luas termasuk tarif yang lebih masuk akal buat sopir truk,” pungkasnya.