Tutup
AsuransiEkonomiPerbankan

Asuransi Hentikan Jaminan, Risiko Kapal di Iran Meningkat

72
×

Asuransi Hentikan Jaminan, Risiko Kapal di Iran Meningkat

Sebarkan artikel ini
asuransi-cabut-jaminan-risiko-perang-bagi-kapal-di-sekitar-iran
Asuransi Cabut Jaminan Risiko Perang Bagi Kapal di Sekitar Iran

Jakarta – Perusahaan asuransi maritim beramai-ramai menarik perlindungan risiko perang bagi kapal-kapal yang beroperasi di sekitar Iran. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pembatalan perlindungan ini akan berlaku mulai 5 Maret mendatang.

Sejumlah perusahaan asuransi terkemuka telah mengumumkan hal ini melalui situs resmi mereka pada 1 Maret. Beberapa perusahaan tersebut antara lain Gard,Skuld,NorthStandard,London P&I Club,dan American Club.

Perlindungan risiko perang tidak akan berlaku lagi untuk perairan Iran, Teluk, dan wilayah sekitarnya.

Skuld saat ini tengah menyiapkan opsi pembelian kembali (buy-back) untuk memulihkan perlindungan tersebut.

Sementara itu, perusahaan asuransi asal Jepang, MS&AD Insurance Group, telah menangguhkan penjaminan berbagai polis asuransi yang mencakup risiko perang di perairan sekitar iran, Israel, dan negara-negara tetangga.

respons Iran terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah meningkatkan risiko bagi pelayaran komersial dalam 24 jam terakhir, seperti dilaporkan Reuters.

Konflik yang meluas di Iran juga diperkirakan akan memicu lonjakan tarif pengiriman minyak.

Akibatnya, setidaknya tiga kapal tanker dilaporkan rusak, satu pelaut tewas, dan 150 kapal tertahan di sekitar selat Hormuz.

Data pelayaran pada Minggu (1/3) menunjukkan bahwa sedikitnya 150 kapal, termasuk tanker minyak dan gas alam cair (LNG), telah menjatuhkan jangkar di sekitar Selat hormuz dan perairan sekitarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.

biasanya, kapal-kapal yang mengangkut seperlima permintaan dunia melintasi selat ini. Minyak tersebut berasal dari arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, iran, dan Kuwait.

Tanker yang mengangkut solar,avtur,bensin,dan produk energi lainnya juga melewati jalur ini.

Gangguan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 9 persen pada Senin (2/3).

Biaya pengiriman minyak dari Timur Tengah ke Asia yang telah mencapai level tertinggi dalam enam tahun terakhir diperkirakan akan terus meningkat.

sumber pasar dan analis menyebutkan bahwa pemilik kapal enggan mengirim armadanya ke kawasan tersebut akibat konflik iran yang meluas.

Tarif pengiriman spot dari timur Tengah ke Asia, yang dikenal sebagai TD3C, diperkirakan akan terus naik. Patokan ini hampir melonjak tiga kali lipat sejak awal 2026.

Broker menyebutkan bahwa tarif sewa kapal tanker sangat besar (very large crude carrier/VLCC) untuk rute utama Timur Tengah ke China pada awal perdagangan hari ini sekitar 4 persen lebih tinggi dibandingkan hari Jumat, mendekati level worldscale W225 atau setara dengan setidaknya US$12 juta.

Analis senior LSEG, Emril Jamil, mengatakan bahwa tarif TD3C telah meningkat tajam sebelum serangan terjadi dan akan tetap tinggi seiring negara-negara berlomba untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.

“Tarif TD3C meningkat secara eksponensial sebelum serangan dan akan tetap tinggi karena negara-negara berupaya mengamankan pasokan energi,” ujarnya.

Seorang broker kapal yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa masih ada ketidakpastian terkait level akhir tarif, tetapi seluruh rute pemuatan dari Timur Tengah diperkirakan akan tetap kuat.

Sumber dari perusahaan pelayaran menambahkan bahwa pasar akan membutuhkan lebih banyak kapal untuk mengangkut minyak mentah dari Amerika Serikat dan Afrika Barat dalam perjalanan jarak jauh,yang berpotensi menopang tarif angkutan di rute tersebut.