Tutup
EkonomiInvestasiNews

Australia Kehilangan 5.400 Pekerjaan Agustus, Partisipasi Angkatan Kerja Menurun

658
×

Australia Kehilangan 5.400 Pekerjaan Agustus, Partisipasi Angkatan Kerja Menurun

Sebarkan artikel ini
australia-kehilangan-5.400-pekerjaan-pada-agustus-2025,-pasar-kerja-auto-lesu?
Australia Kehilangan 5.400 Pekerjaan pada Agustus 2025, Pasar Kerja Auto Lesu?

Jakarta – Pasar tenaga kerja Australia menunjukkan sinyal kurang menggembirakan dengan hilangnya ribuan pekerjaan pada Agustus 2025.

Data terbaru mengungkap adanya penurunan jumlah pekerjaan sebanyak 5.400 dibandingkan bulan sebelumnya.

Meskipun demikian,tingkat pengangguran di Australia tetap stabil di angka 4,2 persen.

Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan tipis pada tingkat partisipasi angkatan kerja, dari 67,0 persen menjadi 66,8 persen.

Artinya, semakin sedikit warga yang aktif mencari pekerjaan. Hal ini membuat angka pengangguran tidak mengalami kenaikan, meskipun jumlah pekerjaan berkurang.

Tingkat pengangguran dihitung dari persentase orang yang mencari kerja dibandingkan total angkatan kerja. Sementara tingkat partisipasi adalah proporsi penduduk usia kerja yang bekerja atau aktif mencari kerja.

Penurunan tingkat partisipasi menyebabkan jumlah pencari kerja berkurang, sehingga angka pengangguran tetap stabil.

Ekonom dan Reserve Bank of Australia (RBA) menganggap data ini penting sebagai cerminan kondisi ekonomi. Stabilitas pengangguran mengindikasikan pasar tenaga kerja yang masih kuat.

Namun, penurunan partisipasi dapat menjadi sinyal peringatan jika tren ini berlanjut. Semakin banyak orang yang menarik diri dari pencarian kerja.

Sebelumnya, pasar memprediksi tingkat pengangguran akan berada di 4,2 persen. Meskipun sesuai perkiraan, hilangnya 5.400 pekerjaan tetap dianggap sebagai kabar buruk.

Akibatnya, nilai tukar AUD/USD mengalami penurunan setelah laporan ketenagakerjaan dirilis.

Analis menilai pasar tenaga kerja australia kini berada di persimpangan jalan.

Jika partisipasi terus menurun, pertumbuhan ekonomi Australia berpotensi tertekan dalam jangka menengah.