Tutup
Regulasi

AUTO: Saham Astra Otoparts Berpotensi Naik ke Rp 3.200?

219
×

AUTO: Saham Astra Otoparts Berpotensi Naik ke Rp 3.200?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Maybank Sekuritas Indonesia kembali memberikan rekomendasi “beli” untuk saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan target harga Rp 3.200 per saham.

Rekomendasi ini didasarkan pada valuasi *price earning ratio* (PER) 6,7 kali untuk tahun 2026. Proyeksi ini sejalan dengan kinerja margin yang lebih kuat dari perkiraan, peningkatan kontribusi ekspor dan entitas asosiasi, serta pembaruan valuasi ke tahun fiskal 2026.

Hingga Kamis (8/1/2026) pukul 12.00 WIB, harga saham AUTO berada di Rp 2.750 per saham, turun 0,72% dari hari sebelumnya.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Paulina Margareta, melihat AUTO menawarkan kombinasi langka di sektor manufaktur: pertumbuhan stabil, arus kas kuat, dan potensi imbal hasil saham yang menarik.

“AUTO diperdagangkan pada PER sekitar 5,6x FY26E P/E, lebih rendah sekitar 0,6 standar deviasi dibandingkan rata-rata lima tahunnya, sekaligus menawarkan *yield* sekitar 8% dengan potensi peningkatan,” kata Paulina. Potensi itu meningkat seiring fokus Grup Astra terhadap *total shareholder returns*.

Paulina menambahkan, prospek positif AUTO juga didukung komitmen keberlanjutan jangka panjang dalam AUTO 2030 Sustainability Aspirations.

Target tersebut mencakup penurunan emisi Scope 1–2 sebesar 30% dibandingkan *baseline* 2019, peningkatan bauran energi terbarukan hingga 50%, pengurangan intensitas penggunaan air sebesar 15%, serta daur ulang dan pemulihan limbah padat hingga 99%.

Langkah ini selaras dengan target Net Zero Scope 1–2 Grup Astra pada 2050.

Sepanjang 2024, AUTO mencatat perbaikan signifikan dari sisi kinerja lingkungan. Total konsumsi energi turun menjadi 1.538.839 GJ dengan intensitas energi 0,0087935 GJ per produk.

Porsi energi terbarukan meningkat menjadi 17,58% yang didukung pemanfaatan panel surya dan *Renewable Energy Certificate* (REC).

Emisi Scope 1–2 juga menurun menjadi 137.264 tCO2e, dengan intensitas emisi membaik menjadi 0,0007844 tCO2e per produk.

“Upaya dekarbonisasi dan efisiensi ini bersifat struktural dan berpotensi menopang margin dalam jangka panjang melalui penurunan intensitas energi serta eksposur karbon,” jelas Paulina.

Dari aspek operasional dan sosial, AUTO juga menunjukkan peningkatan profil risiko. Penggunaan air tercatat 858.901 meter kubik dengan intensitas 0,0049 meter kubik per produksi.

Total limbah padat menurun menjadi 23,99 juta kg, dengan 93,99% berhasil dialihkan dari pembuangan akhir.

Jumlah kecelakaan kerja turun 43% menjadi 22 kasus, dengan tingkat frekuensi dan keparahan masing-masing 0,06 dan 0,12.

AUTO juga terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia, dengan pelatihan yang menjangkau 27.370 karyawan dan rata-rata 7,26 jam pelatihan per karyawan.

Tingkat *turnover* tetap rendah di level 2,04% dari total 30.517 karyawan dengan jumlah karyawan wanita sebanyak 3.433.

Dengan fundamental yang solid, komitmen ESG yang kuat, serta valuasi yang masih atraktif, Maybank Sekuritas menilai saham AUTO tetap menarik untuk dikoleksi dalam jangka menengah hingga panjang.

Hingga akhir tahun 2026, Maybank Sekuritas memperkirakan pendapatan AUTO akan mencapai Rp 21,21 triliun dengan laba bersih Rp 2,29 triliun. Sementara pada tahun 2025 pendapatan dan laba bersih AUTO masing-masing akan mencapai Rp 20,2 triliun dan Rp 2,14 triliun.