Tutup
Perbankan

Badan Gizi Dapat Anggaran Rp268 T di 2026, Ini Rinciannya

237
×

Badan Gizi Dapat Anggaran Rp268 T di 2026, Ini Rinciannya

Sebarkan artikel ini
badan-gizi-dapat-anggaran-rp268-t-di-2026,-ini-rinciannya
Badan Gizi Dapat Anggaran Rp268 T di 2026, Ini Rinciannya

Jakarta – Anggaran jumbo senilai Rp268 triliun disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Program ini akan menyasar anak sekolah dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

Kepala BGN,Dadan Hindayana,mengungkapkan alokasi anggaran ini dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI.

Dana tersebut tertuang dalam Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) Menteri Keuangan dan Menteri PPN/kepala Bappenas yang terbit pada 3 Juli 2025.

Awalnya, BGN hanya mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp217 triliun. Namun, setelah pembahasan, pemerintah menambah anggaran sebesar Rp50 triliun.

Tambahan anggaran ini akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk Rp34,4 triliun untuk bantuan pangan MBG anak sekolah.

Selain itu, Rp3,1 triliun akan dialokasikan untuk ibu hamil, menyusui, dan balita.

Anggaran lainnya mencakup belanja pegawai Rp3,9 triliun, digitalisasi Rp3,1 triliun, promosi dan edukasi Rp280 miliar, pemantauan Rp700 miliar, sistem dan tata kelola Rp412 miliar, serta koordinasi penyediaan dan penyaluran termasuk gaji tenaga gizi dan akuntan Rp3,8 triliun.

Sisanya, Rp59 miliar, dialokasikan untuk program dukungan manajemen.

“95,4 persen anggaran atau sekitar Rp255,58 triliun memang diarahkan langsung untuk program pemenuhan gizi nasional, terutama Makan Bergizi Gratis,” kata Dadan.

Sisanya, 4,6 persen, akan digunakan untuk dukungan manajemen.

Dari sisi fungsi, Rp223 triliun masuk sektor pendidikan, Rp24,7 triliun sektor kesehatan, dan Rp19,7 triliun sektor ekonomi.

Hampir seluruh anggaran diarahkan untuk belanja barang senilai Rp261,8 triliun (97,7 persen). Belanja pegawai hanya Rp3,8 triliun (1,4 persen) dan belanja modal Rp2,3 triliun (0,9 persen).Program pendidikan mendapat porsi terbesar,yakni Rp223,58 triliun.

Sekitar Rp94,3 triliun dialokasikan untuk anak SD/MI dengan target 28,3 juta murid.

Anggaran untuk PAUD/TK mencapai Rp27 triliun, SMP/mts Rp46,2 triliun, SMA/MA Rp41,9 triliun, SLB Rp540 miliar, dan santri Rp13,3 triliun.

Total penerima manfaat di sektor pendidikan mencapai 67,1 juta orang.

Sektor kesehatan menerima Rp24,7 triliun. Dana ini dialokasikan untuk ibu hamil Rp7,3 triliun, balita Rp8,6 triliun, dan ibu menyusui Rp8,7 triliun.

Jumlah penerima manfaat kesehatan diproyeksikan 7,4 juta orang.

Total penerima manfaat program MBG pada 2026 mencapai 74,5 juta orang dengan anggaran sekitar Rp248,2 triliun.

Dadan juga menjelaskan bahwa angka Rp335 triliun yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Nota Keuangan RAPBN 2026 mencakup Rp67 triliun sebagai standby budget, di luar pagu resmi BGN.