Tutup
Perbankan

Bahlil Investigasi: Tambang Diduga Memicu Banjir Sumatra?

209
×

Bahlil Investigasi: Tambang Diduga Memicu Banjir Sumatra?

Sebarkan artikel ini
bahlil-bersuara-soal-isu-tambang-jadi-biang-kerok-banjir-sumatra
Bahlil Bersuara soal Isu Tambang Jadi Biang Kerok Banjir Sumatra

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara soal dugaan aktivitas pertambangan sebagai penyebab banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra.

Bahlil mengklaim banjir dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar) bukan disebabkan aktivitas tambang.

Namun, pemerintah masih melakukan pengecekan kemungkinan dampak tambang di Aceh dan Sumatra Utara.

“Kalau di Sumatra Barat, itu tidak ada. Di Aceh pun kita lagi melakukan pengecekan. Kalau di Sumut, tim evaluasi kita lagi melakukan evaluasi,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/12).”Nanti setelah tim evaluasi, baru saya akan cek dampak dari tambang ini ada atau tidak,” imbuhnya.

Bahlil menegaskan akan menindak tegas perusahaan tambang yang terbukti melanggar aturan.

Ia juga menanggapi isu tambang emas di Tapanuli Selatan yang diduga memperparah bencana.

Setelah meninjau lokasi, Bahlil menyatakan tambang emas tersebut telah menghentikan sementara operasionalnya.

“Kemarin sih enggak berlanjut, karena sekarang kemarin saya minta bantu untuk mereka fokus bantu alat-alat mereka bantu saudara-saudara kita yang kena bencana,” jelasnya.

Banjir bandang dan longsor telah melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 836 orang hingga Kamis (4/12) sore.

“Saya laporkan bahwa hingga sore ini untuk jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers.

Rinciannya, 325 korban meninggal di Aceh, 311 di Sumatra Utara, dan 200 di Sumatra Barat.

Sementara itu, korban hilang tercatat 170 orang di Aceh, 127 di Sumatra Utara, dan 221 di Sumatra barat.