Tutup
EnergiPerbankan

Bahlil Kirim Tenda, Respons Cepat Batangtoru Diterjang Bencana

268
×

Bahlil Kirim Tenda, Respons Cepat Batangtoru Diterjang Bencana

Sebarkan artikel ini
tepati-janji,-bahlil-kirim-250-tenda-untuk-warga-batangtoru
Tepati Janji, Bahlil Kirim 250 Tenda untuk Warga Batangtoru

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat Sumatra yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan berupa tenda dan pemulihan infrastruktur energi menjadi fokus utama.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan komitmen ini direalisasikan setelah kunjungan lapangan pada awal desember lalu. Bantuan kemanusiaan dan pemulihan pasokan energi dilakukan bertahap di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Di Sumatra Utara, bantuan untuk warga Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai direalisasikan. Sebanyak 100 tenda telah tiba dan diserahkan ke pemerintah daerah setempat untuk didistribusikan.

Sebanyak 156 tenda lainnya masih dalam perjalanan dari Bandara Minangkabau menuju Batang Toru. Keterlambatan disebabkan antrean kargo udara dan medan distribusi yang sulit.

“Untuk di Sumatra Utara, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan berupa genset 10 unit, matras angin 77 buah, Starlink 5 unit, jet cleaner 10 unit, gergaji mesin 9 unit, lampu emergency 3 box, dan tenda 256 set,” jelas Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy sufahriadi, Sabtu (13/12).

Pemulihan infrastruktur energi di Sumatra Utara hampir rampung.Seluruh 406 SPBU,383 agen LPG,dan 46 SPBE telah kembali beroperasi. Pasokan listrik juga sudah menjangkau hampir seluruh pelanggan.

Pemerintah juga menindaklanjuti kebijakan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi debitur terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara.

Kebijakan ini disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungannya ke Aceh pada Minggu (7/12). Sasarannya adalah petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro yang terdampak langsung.

Di Aceh, Menteri ESDM meminta Tim ESDM Siaga Bencana mendirikan posko dapur umum di Kabupaten Bireuen sejak Rabu (3/12). Posko ini memenuhi kebutuhan pangan ribuan pengungsi dan warga terdampak bencana.

Pemulihan pasokan listrik di Aceh terus dipercepat. Progres pemulihan transmisi Brandan-Langsa mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan tersambung kembali dengan sistem kelistrikan Sumatra Utara pada 17 Desember.

“Pemulihan listrik di Aceh ini menjadi perhatian utama Kementerian ESDM. Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan pasokan listrik sebagaimana mestinya,” ujar Rudy.

ESDM juga memasang Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan total kapasitas 50 MW untuk memperkuat sistem kelistrikan Banda Aceh. Tambahan mesin 5 MW di PLTD Leung Bata telah masuk ke sistem 20 kV Aceh, sementara 5 MW sisanya dijadwalkan beroperasi pada 14 Desember.

PLTD Krueng Raya berkapasitas 15 MW ditargetkan beroperasi pada 23 Desember. PLTD Ulee Kareng berkapasitas 25 MW masih dalam tahap pembebasan lahan dan pengiriman mesin, dengan target commissioning pada 30 Januari 2026.

Pasokan BBM dan LPG tetap menjadi prioritas,terutama untuk wilayah terisolasi. Distribusi dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara. Di Aceh, ketahanan stok BBM jenis bensin tercatat aman hingga 30 jam dan solar 33 jam.

Sebanyak 141 dari 156 SPBU telah kembali beroperasi, sementara agen LPG yang aktif mencapai 118 dari 133 agen. Titik yang belum beroperasi umumnya berada di wilayah dengan banjir parah atau akses yang belum dapat dilalui.

“Meskipun ada kendala aspek safety untuk pengangkutan LPG via pesawat, kami tidak menyerah,” ujar Rudy, Jumat (12/12).

“Suplai LPG untuk wilayah utara Aceh kini kami topang menggunakan kapal dari Terminal LPG Arun serta pengiriman tabung lewat jalur darat pantai barat.”

Di Sumatra Barat, bantuan juga telah ditunaikan. Satu unit genset dikirimkan ke Masjid Suhada di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Warga dapat kembali melaksanakan Sholat Jumat dengan nyaman pada Jumat (5/12).

Secara keseluruhan, 35 genset disalurkan untuk warga Kecamatan Palembayan.

PLN mempercepat pemulihan jaringan listrik dengan memasang tiang listrik tegangan rendah, bahkan hingga malam hari. Untuk sektor energi, seluruh 147 SPBU, 172 agen LPG, dan 14 SPBE di Sumatra Barat telah kembali berfungsi normal.