Tutup
EnergiInvestasiNews

Bahlil Percepat Lelang Blok Masela, Targetkan Mulai 2026

270
×

Bahlil Percepat Lelang Blok Masela, Targetkan Mulai 2026

Sebarkan artikel ini
bahlil-sebut-lelang-proyek-gas-blok-masela-ditargetkan-2026
Bahlil Sebut Lelang Proyek Gas Blok Masela Ditargetkan 2026

Jakarta – Kabar baik datang dari proyek gas (LNG) Abadi, Blok Masela di Tanimbar, Maluku. pemerintah menargetkan lelang pengadaan, rekayasa teknis, dan konstruksi (EPC) dimulai pada 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil lahadalia menyampaikan hal ini usai memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta,Jumat (24/10/2025).

Menurut Bahlil, tender front-end engineering and design (FEED) sudah berjalan.

“Sekarang kita akan tender EPC-nya kemungkinan besar di 2026,” imbuhnya.

Bahlil berharap,lifting dari proyek gas raksasa ini bisa berjalan sesuai target Presiden Prabowo subianto setelah lelang EPC diumumkan.

Proyek Abadi diperkirakan akan menghasilkan 10,5 juta ton LNG per tahun. Jumlah ini lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang.

selain itu, proyek ini juga akan memasok gas pipa lokal.

Proyek ini juga diproyeksikan menghasilkan sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.

Inpex Masela, operator proyek yang bermitra dengan Pertamina Hulu Energi Masela dan Petronas Masela, berharap proyek ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi di wilayah Indonesia bagian timur.

Proyek ini juga diharapkan mendukung pencapaian target nasional Indonesia untuk mencapai net zero emisi CO2 pada 2060.

Jangka waktu production sharing contract (PSC) proyek ini ditetapkan hingga 15 November 2055.

Wilayah kontraknya seluas 2.503 km2 dengan kedalaman laut antara 400-800 meter.

Blok Masela terletak sekitar 170-180 km di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pemerintah telah menetapkan Proyek Abadi sebagai proyek strategis nasional (PSN) pada Juni 2017 dan sebagai proyek infrastruktur prioritas pada September 2017.

Inpex berharap proyek ini dapat memperkuat ketahanan energi di Indonesia, Jepang, dan negara Asia lainnya.

Selain itu, proyek ini diharapkan menyediakan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang.

Hal ini didukung oleh karakteristik lapangan gas yang unggul, cadangan yang melimpah, pengembangan yang efisien, serta adanya komponen carbon capture and storage (CCS).