Tutup
News

Bakaru dan Kuda Kepang Sawahlunto Jadi Warisan Budaya Takbenda

186
×

Bakaru dan Kuda Kepang Sawahlunto Jadi Warisan Budaya Takbenda

Sebarkan artikel ini
bakaru-dan-kuda-kepang-sawahlunto-ditetapkan-sebagai-warisan-budaya-takbenda
Bakaru dan Kuda Kepang Sawahlunto Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Sawahlunto – Tradisi bakaru dari Kenagarian Kajai, Sawahlunto, kini resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Pengakuan ini diberikan oleh Kementerian Kebudayaan RI setelah melalui serangkaian pengujian oleh tim ahli.

Kepala Desa Balai Batu Sandaran, Nasirwan, mengonfirmasi kabar baik ini. Ia menyebutkan bahwa Bakaru berhasil lolos seleksi ketat dari 522 usulan budaya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Saya sendiri diminta hadir untuk menjawab pertanyaan dari tim ahli penguji,” ujar Nasirwan.

Bakaru merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan Ramadan.

Kegiatan ini berpusat di pendopo Balai Batu Sandaran. Tokoh masyarakat dan warga setempat berkumpul untuk melantunkan doa tolak bala dan bersyukur atas limpahan rezeki, terutama hasil pertanian.

Selain Bakaru, kesenian Kuda Kepang dari Kelurahan Durian II, sungai Durian, juga turut diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda. Kesenian ini dipimpin oleh tokoh bernama Sajiman.