Tutup
NewsPendidikan

Balai Bahasa Gelar Anugerah Kata, Luncurkan Laman Baru

207
×

Balai Bahasa Gelar Anugerah Kata, Luncurkan Laman Baru

Sebarkan artikel ini
apresiasi-anugerah-kata-2025-:-balai-bahasa-luncurkan-pembaruan-laman-dan-pencapaian-setahun-terakhir
APRESIASI ANUGERAH KATA 2025 : Balai Bahasa Luncurkan Pembaruan Laman dan Pencapaian Setahun Terakhir

Padang – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meluncurkan tampilan baru laman resminya, Kamis (11/12).

Peluncuran ini bersamaan dengan Taklimat Media 2025, sebagai bagian dari rangkaian Anugerah Kata Bahasa Sumbar 2025.

Kepala Balai Bahasa Sumbar,Rahmat,menjelaskan pembaruan ini dilakukan karena tampilan dan fungsi situs yang lama dianggap sudah ketinggalan zaman.

“Laman lama sering dianggap tidak mengikuti perkembangan,” kata Rahmat.

dengan desain yang lebih segar, laman ini diharapkan menjadi pusat informasi kebahasaan yang lebih ramah pengguna dan responsif.

Selain itu, laman baru ini diharapkan memudahkan akses publik terhadap data, kegiatan, serta layanan kebahasaan.

Puncak acara ini adalah penganugerahan Anugerah Kata Bahasa Sumbar 2025 kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam bidang bahasa dan sastra.

Prof Nadra, seorang akademisi yang dikenal atas penelitian linguistik Minangkabau, menerima penghargaan tokoh kebahasaan.

Gus TF Sakai, sastrawan kelahiran Payakumbuh, menerima penghargaan Tokoh Sastra atas karya-karyanya yang kuat secara estetik dan tajam dalam mengangkat persoalan sosial-budaya.

Hasbunallah Haris dinobatkan sebagai Penulis Muda Berbakat 2025 karena gaya penulisan yang segar dan menjanjikan.

Harian Haluan menerima penghargaan Media Cetak Peduli Bahasa dan Sastra atas perannya dalam menyebarluaskan nilai-nilai literasi.

Dalam taklimat media, Balai Bahasa juga memaparkan capaian setahun terakhir, termasuk peningkatan layanan Uji kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Selain itu, ada pendampingan komunitas literasi, penyuluhan penggunaan bahasa di ruang publik, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dalam penataan bahasa pada dokumen resmi dan papan informasi.

Berbagai kegiatan pemberdayaan seperti bengkel penulisan sastra, revitalisasi bahasa daerah, dan kompetisi literasi digital juga mengalami peningkatan partisipasi.