Tutup
Perbankan

Banggar-Sri Mulyani Sepakati Target Pertumbuhan Ekonomi Lima Persen

230
×

Banggar-Sri Mulyani Sepakati Target Pertumbuhan Ekonomi Lima Persen

Sebarkan artikel ini
banggar-dan-sri-mulyani-sepakat-pertumbuhan-ekonomi-ri-semester-ii-2025-di-kisaran-5%
Banggar dan Sri Mulyani Sepakat Pertumbuhan Ekonomi RI Semester II 2025 di Kisaran 5%

Jakarta – asumsi makro ekonomi Indonesia untuk semester II tahun 2025 telah disepakati oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Menteri keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua banggar DPR, Said Abdullah, pada Kamis (3/7/2025).

Wakil Ketua Banggar DPR, Wihadi Wiyanto menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan realisasi semester I serta dinamika perekonomian global dan domestik.

“Dengan mempertimbangkan interaksi faktor global dan domestik, prognosis asumsi dasar ekonomi makro Indonesia disusun secara cermat untuk menjaga keseimbangan makro Indonesia yang berkelanjutan dan memberikan ruang fiskal yang kredibel dan adaptif,” kata Wihadi pada Kamis (3/7/2025).

Dalam asumsi yang disepakati, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 4,7 persen hingga 5 persen pada semester II. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan target APBN 2025 sebesar 5,2 persen, dan realisasi semester I yang tercatat 4,87 persen year-on-year.

Sementara itu, inflasi diperkirakan tetap terkendali. Proyeksi semester II berada di rentang 2,2 persen hingga 2,6 persen, masih dalam target APBN sebesar 2,5 persen. Realisasi semester I sendiri berada pada level yang lebih rendah,yakni 1,6 persen.

Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada dalam kisaran Rp16.300 hingga Rp16.800 per dolar AS. Hal ini mencerminkan kewaspadaan terhadap gejolak eksternal yang masih tinggi, setelah semester I mencatatkan rata-rata nilai tukar sebesar Rp16.429 per dolar AS. Dalam komponen energi, asumsi harga minyak mentah indonesia (ICP) mengalami penyesuaian cukup lebar. Proyeksi harga minyak untuk semester II-2025 berada di kisaran USD66 hingga USD94 per barel, dengan outlook jangka menengah di USD68 hingga USD82 per barel.

Angka ini merefleksikan fluktuasi tajam yang terjadi akibat ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik di wilayah tersebut telah memicu ketidakpastian harga komoditas energi di pasar global, termasuk minyak mentah.

Dari sisi produksi, lifting minyak bumi ditetapkan pada kisaran 593 hingga 597 ribu barel per hari. Meskipun lebih rendah dari target APBN sebesar 605 ribu barel per hari, outlook ini dinilai realistis mengikuti tren realisasi semester I yang hanya mencapai 567,9 ribu barel.

Sementara itu, lifting gas bumi dipatok di kisaran 976 hingga 980 ribu barel setara minyak per hari. Ini sedikit menurun dari asumsi APBN sebesar 1.005 ribu barel, seiring realisasi semester I yang mencapai 987,5 ribu barel. secara keseluruhan, proyeksi makro ekonomi Indonesia untuk semester II-2025 disusun dalam konteks global yang masih penuh gejolak. Pemerintah dan DPR menyadari bahwa dinamika global seperti perang dagang, disrupsi rantai pasok, hingga arus modal yang tidak stabil, berpotensi menekan perekonomian domestik.

Terlebih lagi, konflik geopolitik yang terus bereskalasi di Timur Tengah memberikan dampak lanjutan pada harga energi dan sentimen investor internasional. Hal ini juga memengaruhi fluktuasi nilai tukar dan aliran investasi asing ke negara-negara berkembang, termasuk indonesia.

“meski demikian, Pemerintah tetap menjaga ketahanan ekonomi domestik, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang masih solid, stabilitas sasaran inflasi, dan posisi cadangan devisa yang masih tinggi,” pungkasnya pada Kamis (3/7/2025).