Tutup
Perbankan

Bank Mandiri Pacu UMKM Naik Kelas, Batik Madura Tembus Pasar Global

220
×

Bank Mandiri Pacu UMKM Naik Kelas, Batik Madura Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini
batik-madura-umkm-binaan-bank-mandiri-tembus-pasar-as
Batik Madura UMKM Binaan Bank Mandiri Tembus Pasar AS

Jakarta – Bank Mandiri terus memperluas jangkauan Rumah BUMN (RB) melalui penguatan jaringan kemitraan dan digitalisasi layanan, sebagai upaya memacu penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional. Inisiatif strategis yang sebelumnya dikenal sebagai Rumah Kreatif BUMN dan telah berjalan sejak 2017 ini, merupakan wujud komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Corporate Secretary Bank Mandiri,M. Ashidiq Iswara, menyampaikan bahwa program RB tidak hanya menjawab tantangan pengembangan usaha, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal yang terukur dan inklusif. “RB saat ini telah menjadi wadah akselerasi UMKM Indonesia agar mampu naik kelas dan bersaing secara global,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (31/7). Ia menambahkan, dengan pendekatan berbasis sinergi, pihaknya terus memperluas akses kompetensi, pasar, dan pembiayaan yang dibutuhkan pelaku usaha untuk bertumbuh secara berkelanjutan.

Salah satu kisah sukses datang dari Batik Al Warits, UMKM asal Madura yang menjadi binaan RB Surabaya. Warisatul Hasanah, pemilik Batik Al Warits, mengungkapkan bahwa usahanya yang dimulai dari skala rumahan sejak 2008, kini telah berhasil menembus pasar ekspor Australia dan Amerika Serikat berkat dukungan RB. “Kami tumbuh bersama RB,” katanya. Ia menjelaskan, selain pelatihan dan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri, pihaknya juga mendapatkan pendampingan pameran hingga berhasil memperoleh pendanaan 6.000 Euro dari PUM Netherlands. Dana tersebut, lanjutnya, digunakan untuk membeli alat rendam batik yang meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas pasar.

Hingga pertengahan 2025, Bank Mandiri mengelola 23 RB aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini telah menjangkau lebih dari 15 ribu UMKM binaan, dengan 1.500 pelatihan yang terfasilitasi di sepanjang 2024,mencakup literasi digital,keuangan,hingga strategi ekspor. Sejak 2020, transformasi RB menghadirkan lima peran utama, yakni pusat pengembangan UMKM, basecamp millenial, coworking space, posko tanggap bencana, serta literasi dan referral program kemitraan dan KUR. Melalui pendekatan bertingkat seperti Go modern,Go Digital,Go Online,hingga Go Global,RB diarahkan menjadi katalis UMKM Champion di setiap wilayah.

Ossy menilai, sejak diluncurkan sebagai bagian dari program Kementerian BUMN pada 2017, RB telah menjadi platform terintegrasi yang dirancang untuk memfasilitasi pertumbuhan usaha kecil di berbagai wilayah. “Bank Mandiri mengambil peran aktif dalam mendukung transformasi ini dengan pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek finansial, namun juga aspek edukasi, teknologi, dan kolaborasi komunitas,” jelas Ossy.

Dengan pemanfaatan teknologi dan data, Bank mandiri menargetkan peningkatan jumlah UMKM naik kelas secara signifikan hingga 2027, sejalan dengan roadmap akselerasi ekonomi berkelanjutan yang inklusif.