Tutup
Jasa KeuanganPerbankan

Bank Nagari Identifikasi Ribuan Debitur Terdampak Banjir Sumbar

203
×

Bank Nagari Identifikasi Ribuan Debitur Terdampak Banjir Sumbar

Sebarkan artikel ini

Data tersebut diperoleh dari hasil identifikasi dan pemetaan aktif yang dilakukan Bank Nagari melalui kantor cabang di wilayah terdampak.

Padang – Sebanyak 1.540 debitur Bank Nagari tercatat terdampak bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat sejak akhir November 2025.

Data tersebut diperoleh dari hasil identifikasi dan pemetaan aktif yang dilakukan Bank Nagari melalui kantor cabang di wilayah terdampak.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan pendataan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kondisi riil nasabah, baik perorangan maupun pelaku UMKM. Hasil identifikasi awal itu juga telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat.

“Hasil identifikasi awal tersebut juga telah kami sampaikan kepada OJK Sumatera Barat,” kata Gusti Candra di Padang, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, Bank Nagari belum dapat menyampaikan estimasi kerugian yang dialami nasabah karena hal tersebut menjadi kewenangan instansi pemerintah terkait.

Namun, dari sisi perbankan, total outstanding nilai pinjaman dari 1.540 debitur terdampak mencapai sekitar Rp199,1 miliar.

Terkait penanganan kredit, OJK telah mengeluarkan kebijakan khusus melalui Surat OJK Nomor S-47/D.03/2025 tanggal 10 Desember 2025, yang menetapkan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai daerah yang memerlukan perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan bank.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Bank Nagari akan menyusun petunjuk teknis (juknis) dan mendistribusikannya ke seluruh unit kerja sebagai pedoman pelaksanaan restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak bencana.

Gusti menyebutkan tidak ada sektor usaha tertentu yang diprioritaskan dalam restrukturisasi.

Pasalnya, dampak bencana dirasakan secara berbeda oleh setiap debitur, baik secara langsung saat kejadian maupun tidak langsung akibat terganggunya akses transportasi, distribusi, dan logistik.

“Untuk itu nanti tim kami akan melakukan identifikasi dan penilaian tentang skema restrukturisasi yang sesuai berdasarkan kondisi dan kemampuan debitur,” ujarnya.