Tutup
Perbankan

Bapanas Minta Bahan Pangan Ayam dan Telur SPPG dari Peternak Kecil

216
×

Bapanas Minta Bahan Pangan Ayam dan Telur SPPG dari Peternak Kecil

Sebarkan artikel ini
bapanas-minta-bahan-pangan-ayam-dan-telur-sppg-dari-peternak-kecil
Bapanas Minta Bahan Pangan Ayam dan Telur SPPG dari Peternak Kecil

Megamendung – badan Pangan Nasional (Bapanas)​ berupaya memperkuat ​ekonomi peternak ‍skala kecil melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan ‌Gizi (SPPG).Kepala‍ Bapanas,Arief Prasetyo⁤ Adi,menekankan pentingnya pasokan ayam dan telur untuk ‌program SPPG berasal dari peternak mandiri.

Saat⁣ mengunjungi dapur SPPG milik Yayasan ⁣citra sinergi‍ Peduli di Megamendung, Kabupaten ⁣Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025), Arief menyatakan bahwa saat ini terdapat sekitar‍ 1.900 unit SPPG yang beroperasi. Pihaknya menargetkan​ peningkatan jumlah SPPG menjadi 3.000 unit. ia meyakini bahwa⁤ peningkatan ini akan memperkuat ekosistem pangan lokal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan peternak.

“Kalau satu SPPG ‌bisa melayani sekitar⁣ 3.000 orang, bayangkan jika ada 2.500 atau 3.000 SPPG. Artinya kebutuhan pangannya besar dan bisa⁢ menyerap hasil produksi lokal secara signifikan,” ujarnya.Arief menjelaskan ⁣bahwa ‍SPPG tidak ⁣hanya berfungsi sebagai penyalur makanan bergizi ⁤gratis, tetapi juga dirancang untuk membangun sistem pangan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat ‌lokal dari produksi hingga‌ konsumsi. “Jadi, bahan pangan di setiap SPPG harus berasal dari sumber‌ lokal. Itu menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arief menyampaikan rencana⁤ untuk⁢ mengaitkan hilirisasi pangan lokal ‍dengan program Koperasi Desa Merah Putih, yang menargetkan 80.000 unit. Koperasi ini akan berperan sebagai pusat distribusi bahan pokok,gas LPG,obat-obatan,hingga produk pangan ‌strategis lainnya.

“Hilirisasi itu‍ bukan ‍cuma untuk industri tambang. Di sektor pangan⁣ juga bisa. Koperasi ini nantinya bisa terhubung dengan program Makan Bergizi ⁣Gratis atau pasar murah.​ Jadi hasil pertanian dan peternakan lokal bisa langsung⁢ terserap,” jelasnya.

Dengan sistem yang terintegrasi⁤ ini, arief ‌berharap dapat ‌mencegah kerugian yang dialami petani dan peternak ⁣akibat kelebihan panen atau penurunan harga. “Nanti nggak ‍ada lagi cerita cabai dibuang karena⁣ kelebihan stok. ⁣Nggak ada lagi telur dibuang karena ⁤harganya anjlok. Semuanya ‌sudah disiapkan untuk diserap,” pungkasnya.