Tutup
News

Bapisus Bantah Agrinas Tak Dapat Anggaran: Semua Butuh Proses Administrasi

250
×

Bapisus Bantah Agrinas Tak Dapat Anggaran: Semua Butuh Proses Administrasi

Sebarkan artikel ini
bapisus-bantah-agrinas-tak-dapat-anggaran:-semua-butuh-proses-administrasi
Bapisus Bantah Agrinas Tak Dapat Anggaran: Semua Butuh Proses Administrasi

Jakarta – Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengunduran diri Joao Angelo De Sousa Mota dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bapisus), Aris Marsudiyanto, menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut telah dievaluasi secara komprehensif.

Aris Marsudiyanto menepis anggapan bahwa PT agrinas Pangan Nusantara kurang mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk dalam hal pendanaan. Hal itu diungkapkan Aris seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

“Oh enggak ada, semua anggaran, semuanya sudah terencana dengan baik semuanya. Hanya prosesnya ya itu harus sabar,ada proses-proses administrasi yang harus dijalani,” ujar Aris saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta,Selasa (12/8/2025).

aris menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk program ketahanan pangan yang dijalankan melalui PT Agrinas telah direncanakan secara cermat. Ia juga menambahkan bahwa proses administrasi yang diperlukan dalam pencairan anggaran adalah hal yang lumrah dan memerlukan waktu. Menurut Aris, Presiden Prabowo juga memberikan evaluasi terkait pengunduran diri Joao. “Ya semuanya (memberi evaluasi),tidak hanya masalah kecil tapi masalah makro.Tapi beliaunya juga orang baik, orang pintar Pak Prabowo selalu menjadi putra terbaik,” kata Aris.

Sebelumnya, Joao mengungkapkan alasan pengunduran dirinya karena merasa belum dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perekonomian negara dan kesejahteraan petani.

Joao juga menyampaikan bahwa masalah pangan adalah isu penting yang membutuhkan langkah-langkah percepatan dan tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi pertanian yang tertinggal. “Untuk mewujudkan kedaulatan pangan ini tidak dukung sepenuhnya oleh stakeholder atau para pembantu-pembantunya, sehingga kami sampai hari ini tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk bisa membuat langkah-langkah nyata yang sudah kami siapkan, termasuk dukungan anggaran,” pungkas Joao.