Tutup
News

BCA Kembangkan Layanan Digital dan Fisik, Rekening Nasabah Tembus 42 Juta

364
×

BCA Kembangkan Layanan Digital dan Fisik, Rekening Nasabah Tembus 42 Juta

Sebarkan artikel ini
tembus-42-juta-rekening,-bca-pacu-inovasi-layanan-demi-kemudahan-nasabah
Tembus 42 Juta Rekening, BCA Pacu Inovasi Layanan Demi Kemudahan Nasabah

Jakarta – Bank Central Asia (BCA) terus meningkatkan kemudahan layanan bagi nasabah, seiring dengan pertumbuhan transaksi digital yang signifikan.

Hingga Juni 2025,BCA mencatat lebih dari 42 juta rekening nasabah.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan peningkatan ini didorong oleh kombinasi layanan digital dan fisik yang terintegrasi.

“Total frekuensi transaksi yang diproses BCA tumbuh 17 persen secara year-on-year (yoy) pada semester I-2025,” ujar Hendra, Jumat (5/9/2025).

Pertumbuhan ini setara dengan 3,5 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

BCA menyediakan layanan melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi mobile, internet banking, kantor cabang, dan ATM/CRM.

Seluruh kanal layanan didukung oleh integrated contact center Halo BCA, yang menyediakan layanan terintegrasi melalui WhatsApp, media sosial, dan aplikasi haloBCA.

Dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional 2025, BCA menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi BCA untuk menegaskan komitmen mendampingi setiap langkah nasabah,” kata Hendra.

BCA secara konsisten mengembangkan berbagai customer touch points untuk melayani kebutuhan nasabah di berbagai segmen, baik online maupun offline.

Di kanal digital, aplikasi myBCA dan BCA mobile menjadi andalan solusi mobile banking BCA.

Sementara di sisi offline, BCA mengoptimalkan layanan melalui 1.264 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Lebih dari 80 persen kantor cabang telah menerapkan inovasi perangkat dan aplikasi pendukung digital.

BCA juga terus melakukan peremajaan mesin ATM konvensional menjadi CRM.

Hingga Agustus 2025, BCA memiliki 19.961 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan sekitar 75 persen di antaranya merupakan CRM.