Tutup
EkonomiIndustriNews

Bea Cukai Pecat Puluhan Pegawai, Kinerja Terus Digenjot

199
×

Bea Cukai Pecat Puluhan Pegawai, Kinerja Terus Digenjot

Sebarkan artikel ini
bea-cukai-sudah-pecat-27-pegawai-di-2024-dan-proses-hukum-33-orang-di-2025
Bea Cukai Sudah Pecat 27 Pegawai di 2024 dan Proses Hukum 33 Orang di 2025

Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus berbenah diri. hal ini menyusul ancaman pembekuan dari Menteri Keuangan jika tidak ada perbaikan internal dalam setahun ke depan.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas kinerja dan penguatan integritas sumber daya manusia (SDM).

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran disiplin.

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti secara tegas setiap pelanggaran disiplin,” kata Nirwala, Selasa (30/12/2025).

Sepanjang 2024, DJBC telah memberhentikan 27 pegawai terkait fraud dan pelanggaran disiplin berat. Tahun 2025,hukuman serupa dijatuhkan kepada 33 pegawai.

Nirwala mengklaim kinerja DJBC sepanjang 2025 menunjukkan hasil solid. Hal ini dicapai melalui penguatan pengawasan, penindakan pelanggaran kepabeanan dan cukai, serta optimalisasi penerimaan negara.

kinerja ini dibangun melalui keseimbangan antara fungsi fasilitasi, penerimaan, dan pengawasan.

“Keseimbangan ketiganya menjadi fondasi penting untuk menjaga kepatuhan, melindungi industri dalam negeri, serta memastikan penerimaan negara tetap terjaga,” jelas Nirwala.

Dari sisi penerimaan,hingga November 2025,Bea Cukai telah mengumpulkan Rp 269,4 triliun. Angka ini tumbuh 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Capaian ini setara dengan 89,3 persen dari target APBN 2025.

realisasi penerimaan terdiri dari bea masuk sebesar rp 44,9 triliun (turun 5,8 persen), bea keluar Rp 26,3 triliun (tumbuh 52,2 persen, didorong kenaikan harga CPO global), dan cukai Rp 198,2 triliun (tumbuh 2,8 persen yoy).

“Capaian ini menunjukkan ketahanan penerimaan di tengah dinamika ekonomi dan industri,” pungkasnya.