Tutup
News

BEI Targetkan Layanan Short Selling dan Liquidity Provider Saham Mulai Kuartal III

256
×

BEI Targetkan Layanan Short Selling dan Liquidity Provider Saham Mulai Kuartal III

Sebarkan artikel ini
bei-targetkan-layanan-short-selling-dan-liquidity-provider-saham-mulai-kuartal-iii
BEI Targetkan Layanan Short Selling dan Liquidity Provider Saham Mulai Kuartal III

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rencana peluncuran sejumlah inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar modal. Langkah-langkah ini mencakup pengenalan layanan short selling dan liquidity provider saham, yang ditargetkan akan terealisasi paling cepat pada kuartal ketiga tahun 2025.

Menurut Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, pihaknya telah mengidentifikasi 411 saham yang memenuhi syarat untuk dipilih oleh anggota bursa (AB) liquidity provider. saat ini, terdapat 13 AB yang sedang dalam proses untuk menjadi liquidity provider. “Sebagai insentif kepada AB liquidity provider, mereka bisa memilih tambahan saham-saham LQ45 dan saham-saham lainnya yang totalnya sekitar 200 saham. Jadi, total ada lebih dari 600 saham yang bisa dilayani oleh liquidity provider,” jelasnya saat konferensi pers setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, Rabu.Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyatakan bahwa peluncuran transaksi short selling ditargetkan pada 26 September 2025, dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang ada. “Setidaknya pada 26 September 2025 kita akan memulai perdagangan dengan short selling, atau bisa juga lebih lambat jika kondisi pasar belum kondusif. Jika tidak memungkinkan, kami akan berdiskusi kembali dengan OJK,” ujarnya.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan berbagai strategi lain untuk meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia. Salah satunya adalah dengan menarik perusahaan-perusahaan lighthouse untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di BEI.”Kami tentu saja bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dan perusahaan agar semakin banyak perusahaan lighthouse yang tercatat di BEI,” tuturnya.

Sebagai upaya memperkuat instrumen derivatif,BEI telah memperkenalkan produk Single Stock Futures (SSF) pada akhir tahun 2024.Saat ini, lima saham dari indeks LQ45 menjadi konstituen underlying SSF. Selain itu,produk Structured Warrant (Waran Terstruktur) juga terus dikembangkan dengan penambahan opsi put selain call yang sudah tersedia.