Padang – Dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat turut memukul sektor transportasi, termasuk usaha rental kendaraan.
Salah seorang pengusaha rental mobil Taufik mengungkapkan kondisi usahanya mengalami penurunan tajam sejak bencana terjadi.
”Permintaan rental mobil turun drastis, terutama dari pelanggan individu maupun organisasi yang biasanya memiliki agenda akhir tahun seperti outing dan gathering,” kata pemilik rental, Amaitrans tersebut di Padang, Selasa (9/12/2025).
Dia menjelaskan kondisi berbeda justru terjadi pada armada bus pariwisata. Hal ini berkaitan dengan banyaknya jalan penghubung yang terputis.
“Kalau untuk bus pariwisata hampir di kondisi mati total menurut saya,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum bencana aktivitas usaha masih berjalan cukup normal.
Namun setelah banjir dan longsor melanda, seluruh pemesanan dibatalkan tanpa kepastian kapan keadaan akan pulih.
“Sebelum bencana masih normal, setelah bencana semua cancel (batal). Dan tidak sampai kapan,” ungkapnya.
Taufik menilai sejumlah titik terdampak bencana turut memengaruhi psikologis calon pengguna layanan transportasi.
Dia mencontohkan kondisi di kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang, yang disebutnya berpotensi menimbulkan trauma bagi masyarakat.
”Banyak yang bilang agak takut melewati kesana, apalagi orang luar Sumbar,” katanya.
Dalam situasi saat ini, kata Taufik, pengguna jasa rental sebagian besar hanya berasal dari kawasan Kota Padang.
“Hari ini yang pakai mobil rental rata-raya hanya orang dari dalam Kota Padang,” katanyam
Namun masih ada pelanggan dari luar Sumbar, tapi rata-rata dari instansi yang berkaitan dengan penanganan bencana.
”Kalau dari luar Padang hampir dipastikan instansi,” jelasnya.
Dengan kondisi itu, sektor wisata pun juga turun drastis.
“Kalau dari segi wisatawan saya rasa turun sekaki, baik domestik maupun luar,” ujarnya.
Sebagai pelaku usaha, Taufik berharap pemulihan dapat berlangsung sebelum memasuki bulan Ramadan 2026 mendatang.
Dia menyebut momentum Idul Fitri menjadi periode paling dinantikan para pengusaha rental setiap tahun.
“Harapan ya pulih sebelum puasa (2026) karna hari raya Idul Fitri yang akan disambut sekali setahun oleh pengusaha rental,” tuturnya.
Kondisi yang disampaikan Taufik menggambarkan betapa kerasnya dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi di Sumatera Barat, termasuk usaha yang bergantung pada mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata.
Bencana Alam Turut Hantam Sektor Rental Mobil di Sumbar
Taufik menilai sejumlah titik terdampak bencana turut memengaruhi psikologis calon pengguna layanan transportasi.







