Painan – Penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus dikebut. kerugian akibat bencana hidrometeorologi ini diperkirakan mencapai Rp 266,08 miliar.
Data terbaru dari Pemerintah kabupaten Pesisir Selatan hingga Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB menunjukkan dampak kerusakan yang meluas di 11 kecamatan.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, bersama Anggota komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, meninjau langsung lokasi jembatan dan ruas jalan yang rusak. Mereka memastikan percepatan penanganan segera dilakukan.
bencana ini dipicu hujan deras sejak Jumat (21/11). banjir dan longsor berdampak pada 81.550 jiwa atau 16.310 kepala keluarga (KK).
Kepala Dinas Kominfo pesisir Selatan,Wendi Sikumbang,melaporkan satu warga di Kecamatan Lengayang masih hilang. Seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Pendataan kerusakan rumah masih berlangsung, meliputi kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
Infrastruktur vital yang rusak meliputi 10 jembatan putus atau rusak, termasuk jembatan gantung. Empat ruas jalan amblas di Bayang utara, Ranah Pesisir, Lengayang, dan Batang Kapas.
Selain itu, 13 bangunan sekolah, 6 rumah ibadah, 4 fasilitas kesehatan, dan 1 kantor nagari juga terdampak.
Sektor pertanian mengalami kerusakan pada 1.320 hektare sawah dan ladang. Sektor peternakan kehilangan 1.220 unggas dan 78 ekor sapi.
Akses jalan provinsi ruas Bayang – Alahan Panjang masih terputus akibat longsor.
Pemerintah daerah mengajukan kebutuhan mendesak berupa perahu karet, mesin tempel, chainsaw, APD, paket sembako, family kit, dan terpal.
Bantuan yang telah masuk meliputi paket sembako, selimut, family kit, kasur, tenda pengungsi, dan tenda keluarga.
Pemerintah kabupaten Pesisir Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, mulai 24 November hingga 7 Desember 2025.
Upaya percepatan penanganan meliputi pendistribusian logistik, layanan kesehatan, dan pembukaan akses jalan yang terputus.
Pemerintah daerah meminta dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk percepatan pemulihan di wilayah terdampak.







