Tutup
Perbankan

Beras Mahal dan Langka, Bapanas Minta BPS Cek Ulang Data Produksi

313
×

Beras Mahal dan Langka, Bapanas Minta BPS Cek Ulang Data Produksi

Sebarkan artikel ini
beras-langka-dan-mahal,-bos-bapanas-minta-bps-kroscek-data-produksi
Beras Langka dan Mahal, Bos Bapanas Minta BPS Kroscek Data Produksi

Jakarta – Harga beras yang terus melonjak dan keluhan masyarakat mendorong Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah cepat. Mereka meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk segera memverifikasi ulang data produksi beras di lapangan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo adi, bahkan telah menghubungi langsung Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, untuk membahas secara mendalam persoalan perberasan ini.

Arief mendesak BPS untuk segera menyampaikan data perkiraan produksi beras terbaru, terutama jika terdapat koreksi dari data yang telah ada sebelumnya.

“Saya sudah menghubungi kepala BPS, supaya tolong cross check baik-baik data produksi beras 2025,” tegas Arief dalam Rapat Dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (4/9).

Arief menekankan bahwa data yang akurat dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan sangat krusial.

“Jangan hanya terlena dengan angka yang ada di komputer saya. Ini memang data BPS, tapi harus dirasakan juga dalam kondisi di lapangan hari ini,” imbuhnya.

Menurut data BPS yang saat ini dipegang Bapanas, produksi beras periode Januari-Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton. Angka ini lebih tinggi 3,37 juta ton atau 12,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, perkiraan konsumsi beras pada periode yang sama adalah 25,83 juta ton. Data ini menunjukkan adanya surplus produksi beras sebesar 5,20 juta ton.

Namun, Arief mempertanyakan validitas data BPS tersebut, mengingat harga beras di pasaran masih terus merangkak naik.

“Ini data produksi beras kok rasanya belum pas, kok harga naik? Kita semua sudah sepakat menggunakan BPS, tapi apakah BPS sudah mengoreksi?” tanyanya.

Ia juga menyoroti potensi dampak negatif dari serangan hama seperti wereng, keong, dan tikus terhadap produksi beras nasional.

Bapanas berjanji akan terus melakukan check and balance dengan menyamakan data BPS dengan kondisi riil yang terjadi di lapangan.Arief menegaskan bahwa data produksi beras 2025 yang diperkirakan mencapai 33,93 juta ton akan mencukupi kebutuhan nasional jika data tersebut akurat.

“Mari sama-sama kita fact finding di lapangan, ada challenge apa sih kok harga (beras) itu naik?” pungkasnya.