Tutup
Perbankan

BGN Evaluasi MBG Usai Ratusan Siswa NTT Keracunan Massal

281
×

BGN Evaluasi MBG Usai Ratusan Siswa NTT Keracunan Massal

Sebarkan artikel ini
bgn-introspeksi-internal-usai-insiden-keracunan-massal-karena-mbg
BGN Introspeksi Internal Usai Insiden Keracunan Massal karena MBG

Kupang – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Nusa Tenggara timur (NTT) setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dua pekan lalu. Kejadian ini memicu evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menyatakan bahwa peristiwa keracunan massal akibat konsumsi MBG di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya akan menjadi introspeksi internal pihaknya.

“Pertama-tama dari Badan Gizi Nasional, saya mewakili kepala badan Gizi Nasional mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua dari murid yang terdampak dari insiden keamanan pangan dari proses makanan bergizi gratis ini, yang ada di SMP Negeri 8 kota Kupang,” ujar tigor saat berkunjung ke SMP Negeri 8 Kota Kupang, Senin (4/8).

tigor menambahkan, BGN merasa prihatin atas kejadian keracunan yang menimpa ratusan siswa setelah menyantap MBG. Kedatangannya ke Kupang bertujuan untuk melakukan evaluasi internal dan memeriksa langsung sistem serta pengelolaan makanan di dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, kesalahan yang menyebabkan keracunan massal harus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. “Kita lakukan introspeksi internal dulu, kenapa ini bisa terjadi, karena dapur atau SPPG yang melakukan pelayanan (MBG ke SMPN 8) itu sudah berjalan dari 17 Februari 2025,” jelas tigor.

Tigor menerangkan, SPPG Kelapa Lima 1 sebagai penyedia MBG bagi peserta didik SMP Negeri 8 Kota Kupang akan dievaluasi secara menyeluruh sesuai standar operasional dan petunjuk teknis BGN.

“Salah satu petunjuk teknis itu adalah memastikan bahan pangan itu harus benar, harus baik, harus segar, itu yang pertama,” kata Tigor. pihaknya akan meninjau dan mendiskusikan lebih detail dengan pihak SPPG mengenai bahan pangan tersebut.

Selain itu, proses pengolahan bahan pangan menjadi makanan juga akan diperiksa hingga proses pengantaran. “Kita juga melihat bagaimana pengantarannya, distribusinya, karena ini semua rantai di mana bisa saja dalam rantai tersebut mungkin ada terjadi kontaminasi dari makanan tersebut, jadi kita evaluasi satu per satu,” imbuhnya.

Tigor menegaskan, perbaikan internal di SPPG yang melayani MBG akan dievaluasi setiap hari, terutama dalam proses pemberian makanan.

Sebelumnya, pada Selasa (22/7), sekitar 200 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang mengalami keracunan massal usai menyantap MBG. Mereka mengalami sakit perut,pusing,mual,muntah,bahkan sesak napas,sehingga harus dilarikan ke tiga rumah sakit.

Kasus serupa juga terjadi di Sumba Barat Daya pada Rabu (23/7), di mana 77 siswa dari tiga sekolah, yaitu SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, SMK Don Bosco, dan SMA Negeri 1 Kota Tambolaka, mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG. Puluhan siswa tersebut dilarikan ke dua rumah sakit dan satu puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.