Tutup
Perbankan

BGN Tingkatkan Gizi, Tekan Keracunan Pangan Masyarakat

181
×

BGN Tingkatkan Gizi, Tekan Keracunan Pangan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
tekan-angka-keracunan,-bgn-perkuat-tata-kelola-dan-kualitas-gizi-mbg
Tekan Angka Keracunan, BGN Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Gizi MBG

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul isu keracunan yang mencuat. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas gizi anak bangsa tetap terjaga.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan pengelolaan dapur MBG diatur secara ketat.

“Pengelolaan dapur MBG diatur secara ketat dan mengikuti panduan teknis berdasarkan peraturan presiden serta standar keamanan pangan nasional,” ujar Nanik dalam sebuah talkshow di Jakarta, Kamis (23/10).

Proses memasak diawasi dengan sistem batch dan pengaturan jam kerja. Batch pertama dimulai pukul 02.00 dini hari agar makanan siap sebelum didistribusikan.

“Dapur juga tidak boleh memasak sebelum jam 12 malam, karena hal itu berisiko terhadap kualitas gizi dan keamanan pangan,” imbuhnya.

Tenaga kerja dibagi dalam beberapa shift, mulai dari persiapan hingga pencucian wadah.

“Semua proses ini diawasi secara berlapis untuk memastikan rantai dingin (cold chain) dan higienitas tetap terjaga,” jelas Nanik.

BGN telah menutup sementara 112 dapur MBG (SPPG) yang belum memenuhi syarat teknis dan sanitasi.

“Kalau sudah memenuhi syarat, bisa beroperasi kembali. Tapi prinsip kami jelas, lebih baik dapur berhenti sementara daripada membahayakan kesehatan anak-anak,” tegasnya.

Tantangan di lapangan tak hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga sanitasi.”Sebelum ada MBG pun, kasus keracunan sudah meningkat karena lingkungan dan air yang digunakan tidak bersih. Sekarang kami gunakan air galon untuk memastikan kualitasnya,” kata Nanik.

MBG juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Setiap dapur melibatkan puluhan tenaga kerja langsung dan pemasok bahan pangan lokal.

“Setiap dapur MBG rata-rata melibatkan 50 tenaga kerja langsung dan 10-15 pemasok bahan pangan lokal. Secara total,ada 1,6 juta pekerja langsung dan 2,5 juta pekerja tidak langsung yang terlibat. Ini bukan hanya program gizi, tapi juga penggerak ekonomi rakyat,” paparnya.

Program MBG telah menjangkau lebih dari 36 juta penerima manfaat atau sekitar 40 persen dari target. BGN menargetkan peningkatan hingga 60 persen pada Desember.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan, selama tujuannya untuk kebaikan anak-anak indonesia,” pungkas Nanik.

Sebelumnya,Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat ribuan anak menjadi korban keracunan MBG sejak awal tahun.