Jakarta – Ratusan siswa di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Badan Gizi nasional (BGN) langsung bertindak dengan menghentikan sementara operasional SPPG di wilayah tersebut.
Keputusan ini diambil setelah investigasi BGN menemukan pelanggaran standar higienitas dan keamanan pangan di dua dapur SPPG yang mendistribusikan makanan.
Wakil Kepala BGN, Nanik S deyang, menyampaikan penyesalan atas kejadian ini dan memastikan penanganan yang layak bagi seluruh korban.
“Kami telah mengirim tim investigasi untuk memastikan penyebabnya,” ujar nanik dalam keterangan tertulis, Jumat (17/10).
Investigasi mengungkap fakta bahwa 449 siswa dari berbagai sekolah di Cisarua mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu makanan bergizi (MBG) dari SPPG.
Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Karimah Muhammad, menjelaskan bahwa dua dapur MBG yang diperiksa, yaitu SPPG Cisarua Jambudipa 1 dan SPPG Cisarua Pasirlangu, belum memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan.
“KLB terjadi berselang 1 hari, menandakan kemungkinan kontaminasi bahan baku terutama daging ayam atau bahan olahan yang sama,” kata Karimah.
Selain itu, lokasi SPPG Pasirlangu ditemukan berdekatan dengan kebun warga dan banyak lalat di area dapur.
BGN memerintahkan SPPG Jambudipa 1 dan Pasirlangu untuk segera memperbaiki infrastruktur dan mengantongi sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).Koordinator Posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi, mengatakan sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis di sekolah maupun puskesmas terdekat.
Penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium dari Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat.







