Tutup
EkonomiInvestasiNews

BI Intervensi Pasar, Jaga Rupiah Tetap Stabil

167
×

BI Intervensi Pasar, Jaga Rupiah Tetap Stabil

Sebarkan artikel ini
bi-ungkap-biang-kerok-tren-pelemahan-rupiah,-ekskalasi-geopolitik-jadi-sorotan
BI Ungkap Biang Kerok Tren Pelemahan Rupiah, Ekskalasi Geopolitik Jadi Sorotan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang meningkat. Rupiah terpantau melemah terhadap dolar AS belakangan ini.Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar demi mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Pergerakan mata uang global, termasuk Indonesia, di awal 2026 ini dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia,” ujar Erwin, Rabu (14/1/2026).

Tekanan tersebut bersumber dari eskalasi geopolitik, kekhawatiran independensi bank sentral di negara maju, dan ketidakpastian kebijakan moneter The Fed.

Pada Selasa (13/1/2026), rupiah ditutup pada level Rp 16.860 per dolar AS, terdepresiasi 1,04 persen secara year-to-date (ytd).

Namun, Erwin menyebut pelemahan rupiah masih sejalan dengan mata uang regional lain, seperti Won Korea yang melemah 2,46 persen dan Peso Filipina 1,04 persen.

BI melakukan intervensi di pasar valas melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.

Aliran masuk modal asing ke SRBI dan pasar saham, mencapai Rp 11,11 triliun pada Januari 2026, turut mendukung stabilitas rupiah.

Posisi cadangan devisa indonesia pada akhir Desember 2025 tercatat US$156,5 miliar,setara 6,4 bulan impor,dinilai memadai untuk menghadapi tekanan pasar.

Erwin memastikan BI akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai fundamental dan mekanisme pasar. BI juga akan mengoptimalkan instrumen operasi moneter pro-market.