Tutup
EkonomiInvestasiNews

BI Pangkas Suku Bunga, Antisipasi Fed Turunkan FFR

668
×

BI Pangkas Suku Bunga, Antisipasi Fed Turunkan FFR

Sebarkan artikel ini
proyeksikan-fed-turunkan-suku-bunga-acuan,-bos-bi:-probabilitasnya-melebihi-90-persen
Proyeksikan Fed Turunkan Suku Bunga Acuan, Bos BI: Probabilitasnya Melebihi 90 Persen

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memprediksi bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga acuannya, Fed Funds Rate (FFR).

Keputusan The Fed diperkirakan akan diumumkan pada Rabu (17/9) waktu AS atau Kamis (18/9) dini hari waktu Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, probabilitas penurunan FFR mencapai lebih dari 90 persen.

Proyeksi ini menjadi pertimbangan utama BI dalam memangkas BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen.

“Kami memperkirakan dengan probabilitas melebihi 90 persen, suku bunga acuan The Fed atau Fed Funds rate akan mulai turun besok,” kata Perry dalam konferensi pers daring usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (17/9).

The Fed sendiri menggelar rapat Federal open Market Committee (FOMC) pada 16-17 September 2025 waktu setempat.

BI menilai indeks dolar AS (DXY) dan indeks dolar AS terhadap mata uang Asia (ADXY) cenderung stabil dengan kecenderungan melemah. Kondisi ini dinilai mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Perry menjelaskan, perlambatan ekonomi global akibat dampak penerapan tarif resiprokal AS dan ketidakpastian yang tinggi masih menjadi perhatian.

Berdasarkan asesmen BI, perlambatan ekonomi terjadi di berbagai negara mitra dagang utama Indonesia, seperti AS, China, Uni Eropa, dan Jepang, kecuali India.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 berpotensi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, yaitu sekitar 3,0 persen.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menambahkan,pertumbuhan ekonomi global saat ini melambat,mengonfirmasi perkiraan bulan lalu yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi global hanya sekitar 3 persen dengan kecenderungan menurun.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan keuangan yang masih tinggi, BI berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut melalui sinergi dengan kebijakan fiskal.

BI tetap meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan berada pada kisaran 4,6-5,4 persen, dengan harapan dapat mencapai titik tengah atau bahkan di atasnya.Selain memangkas BI-Rate,RDG September 2025 juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 3,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen.