Tutup
EkonomiInvestasiNewsTeknologi

BI Rate Tahan, IHSG Berpotensi Kembali Menguat

232
×

BI Rate Tahan, IHSG Berpotensi Kembali Menguat

Sebarkan artikel ini
dibuka-menghijau,-ihsg-bakal-lanjut-menguat-usai-penahanan-bi-rate-sesuai-ekspektasi
Dibuka Menghijau, IHSG Bakal Lanjut Menguat Usai Penahanan BI Rate Sesuai Ekspektasi

Jakarta – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (20/11/2025). IHSG naik 42 poin atau 0,51 persen ke level 8.449.

Kenaikan ini sejalan dengan prediksi Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Ia memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren positif hari ini.

“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini, setelah BI rate ditahan sesuai dengan ekspektasi,” kata Fanny dalam risetnya.

Sementara itu, bursa Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Sebagian besar indeks terpantau melemah pada Rabu pagi.

Nikkei 225 turun 0,34 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,38 persen, Taiex Taiwan turun 0,66 persen, Kospi Korea Selatan turun 0,61 persen, dan ASX 200 australia berkurang 0,52 persen.

Namun, ada juga yang mencatatkan penguatan. FTSE Straits Times naik 0,09 persen dan FTSE Malay KLCI menguat 0,61 persen.

Di sisi lain, pejabat The Fed memperingatkan potensi risiko inflasi jika suku bunga dipangkas lebih lanjut.

Namun, Gubernur The Fed Christopher Waller tetap mendukung pelonggaran suku bunga, dengan mempertimbangkan indikasi pelemahan pasar tenaga kerja di AS.

Ketegangan antara Jepang dan China juga menjadi sorotan, terkait komentar mengenai wilayah Taiwan.

Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri China,Liu Jinsong,menyampaikan ketidakpuasannya atas pertemuan dengan diplomat Jepang.

Jepang menegaskan tidak akan menarik kembali pernyataan mengenai potensi respons militer jika terjadi invasi China ke Taiwan, yang memicu kemarahan publik China.

“Support IHSG berada di level 8.300-8.350 sementara resist IHSG di rentang 8.450-8.470,” jelas Fanny.

Sebagai informasi, indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu. Hal ini mengakhiri tren pelemahan selama empat hari terakhir yang didominasi oleh tekanan pada saham teknologi.

Penguatan ini didorong oleh rebound saham Nvidia sekitar 3 persen, menjelang laporan keuangan kuartal III yang melampaui ekspektasi Wall Street, baik dari sisi pendapatan maupun laba.

Indeks S&P 500 naik 0,38 persen, Nasdaq Composite menguat 0,59 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,1 persen.

Sentimen positif juga datang dari bursa Asia, seiring dengan kembalinya kepercayaan investor terhadap saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).