Tutup
News

Bidan Terjang Sungai Pasaman, Obati Pasien TBC di Daerah Terpencil

243
×

Bidan Terjang Sungai Pasaman, Obati Pasien TBC di Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini
menyeberangi-derasnya-sungai-demi-pasien:-kisah-pengabdian-bidan-dona-di-pasaman
Menyeberangi Derasnya Sungai demi Pasien: Kisah Pengabdian Bidan Dona di Pasaman

PASAMAN – Di tengah keterbatasan akses akibat jembatan putus, seorang bidan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. Bidan Dona, petugas Puskesmas Simpang Tonang, rela menyeberangi derasnya Sungai batang Pasaman demi menjangkau pasien TBC aktif.

Dengan membawa tas berisi peralatan medis, Dona menuruni tebing licin dan menyeberangi sungai selebar 18 meter yang tengah meluap. Setelah berhasil menyeberang, ia melanjutkan perjalanan sejauh 27 kilometer dengan ojek motor untuk mencapai rumah pasien di Jorong Sinuangon, Nagari Cubadak Barat.

Dona mengungkapkan, sebagai tenaga kesehatan, ia merasa terpanggil untuk memeriksa kondisi pasien yang sudah mengonsumsi obat selama sepuluh hari namun tak kunjung membaik. “Sebagai tenaga kesehatan, saya merasa terpanggil. Pasien ini menderita TBC aktif dan sudah mengonsumsi obat selama sepuluh hari. Meski sebelumnya sudah dikunjungi bidan desa, ia ingin saya datang langsung untuk memeriksa kondisinya,” ungkap Dona.

Pasien tersebut diketahui memohon pemeriksaan lanjutan karena tak menunjukkan perbaikan signifikan. Di tengah keterbatasan dan risiko, Dona tetap berupaya memberikan pelayanan optimal. “Apapun risikonya, saya harus memastikan pasien mendapatkan pelayanan terbaik. Ini panggilan hati,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Cubadak, dr. Gusti Amrita, mengaku bangga atas dedikasi yang ditunjukkan Bidan Dona. Menurutnya, langkah berani tersebut adalah wujud nyata pelayanan kesehatan yang humanis dan berdedikasi. “Langkah berani Bidan Dona adalah wujud nyata pelayanan kesehatan yang humanis dan berdedikasi. Ini mencerminkan komitmen kami untuk terus hadir bagi masyarakat, meski di tengah keterbatasan fasilitas,” ujar dr. Gusti Amrita.

Aksi heroik Dona yang terekam warga dan viral di media sosial menuai apresiasi publik. Video tersebut menggambarkan perjuangan tenaga kesehatan di pelosok negeri. Putusnya jembatan di Sungai Batang Pasaman tak hanya menyulitkan mobilitas tenaga medis, tetapi juga membahayakan warga setempat. Kisah Bidan Dona menjadi pengingat akan banyaknya “pejuang sunyi” yang bekerja dengan panggilan kemanusiaan.