Tutup
EkonomiInvestasiNews

Bitcoin Anjlok, Perusahaan Saylor Berjuang Hindari Kebangkrutan

235
×

Bitcoin Anjlok, Perusahaan Saylor Berjuang Hindari Kebangkrutan

Sebarkan artikel ini
harga-bitcoin-anjlok-rp1,4-miliar-per-keping,-perusahaan-milik-michael-saylor-terancam-bangkrut
Harga Bitcoin Anjlok Rp1,4 Miliar per Keping, Perusahaan Milik Michael Saylor Terancam Bangkrut

Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) merosot tajam hingga menyentuh US$83.736 atau sekitar Rp1,40 miliar per keping pada Jumat (21/11/2025).

Anjloknya harga Bitcoin ini berpotensi menyeret perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, menuju kebangkrutan.

Strategy dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Saat ini, Strategy menggenggam sekitar 649.870 BTC, lima kali lebih banyak dibandingkan saat terjadi crash besar pada 2022.

Dengan kepemilikan jumbo tersebut, pergerakan harga sekecil apapun dapat mengguncang nilai keuangan perusahaan hingga miliaran dolar.

Masalah utama Strategy bukan hanya soal harga Bitcoin yang terjun bebas.

Namun, juga penurunan metrik krusial perusahaan (multiple to net asset value/mNAV) ke level 0,93.

Angka ini mengindikasikan bahwa pasar menilai nilai perusahaan lebih rendah dari total Bitcoin yang dimilikinya.

mantan Eksekutif Goldman Sachs, Dom Kwok, menilai perusahaan publik yang menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury dengan level mNAV di bawah 1 adalah sinyal bahaya.

Kondisi tersebut dapat menghambat kemampuan Strategy dalam menjalankan operasional secara normal.

Kwok menyarankan perusahaan hanya punya satu pilihan untuk selamat, yaitu menjual sebagian kepemilikan Bitcoin.

“Perusahaan perbendaharaan tidak dapat beroperasi ketika mNAV < 1. Jual Bitcoin atau bangkrut," tegas kwok, seperti dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (21/11/2025).

Gerry O’Shea dari Hashdex Asset Management menambahkan tekanan terhadap Strategy datang dari berbagai sisi.

“Bitcoin mengalami kesulitan akibat tekanan jual dari pemegang jangka panjang yang mengambil untung, tetapi juga ketidakpastian seputar kebijakan Fed, kondisi likuiditas, dan kondisi makro lainnya,” jelasnya.

Dengan pasar kripto yang terus melemah, kepanikan investor meningkat, dan leverage pasar lebih dari US$1 miliar terlikuidasi dalam sehari, keberlanjutan bisnis Strategy semakin dipertanyakan.

Mampukah saylor membuktikan bahwa perusahaannya dapat bertahan, atau justru neraca keuangannya semakin mendekati titik kritis?

Di tengah kondisi pasar yang memburuk, Michael Saylor tetap yakin terhadap fundamental Bitcoin dan ketahanan perusahaannya.

Dalam wawancara dengan Fox, ia menegaskan bahwa Strategy mampu bertahan meski pasar kripto memasuki koreksi ekstrem.

“Kami bisa bertahan dari penurunan 80-90 persen dan tetap beroperasi,” ujar Saylor.

saylor menepis kekhawatiran terkait tekanan pada posisi Bitcoin perusahaan yang terus membengkak.

ia berargumen bahwa volatilitas Bitcoin adalah bagian dari siklus tahunan yang wajar dan akan kembali ke level tertinggi.