Tutup
NewsPerbankanRegulasi

BNI Edukasi Mahasiswa, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik di Palembang

289
×

BNI Edukasi Mahasiswa, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik di Palembang

Sebarkan artikel ini
bni-dorong-transparansi-lewat-edukasi-di-hari-hak-untuk-tahu-sedunia
BNI Dorong Transparansi Lewat Edukasi di Hari Hak untuk Tahu Sedunia

Palembang – Bank Negara indonesia (BNI) gencar sosialisasikan keterbukaan informasi publik melalui forum edukasi. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia,Minggu (28/9/2025).

Sekitar 130 mahasiswa Universitas IBA terlibat aktif dalam forum tersebut.

Forum ini juga menghadirkan Komisi Informasi pusat (KIP), akademisi, serta perwakilan dari BNI.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam membangun kepercayaan publik.

“Keterbukaan informasi publik merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat,” kata Okki dalam keterangan tertulisnya.

Okki berharap upaya BNI ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan badan publik.

Komisioner KIP, Samrotunnajah Ismail, menyoroti peran strategis generasi muda dalam mendorong budaya transparansi.

“Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis dalam memastikan keterbukaan informasi benar-benar menjadi budaya,” ujar Samrotunnajah.

Ia menambahkan, mahasiswa adalah agen perubahan yang dapat mendorong badan publik untuk lebih transparan.

Selain forum mahasiswa, BNI juga menggelar sesi berbagi dengan mitra dan forum internal bagi pegawai.

Agenda ini menekankan implementasi nyata keterbukaan informasi publik di lingkungan perusahaan.

Samrotunnajah menambahkan, indonesia adalah negara kelima di Asia yang mengatur hak masyarakat atas informasi publik melalui UU KIP Nomor 14 tahun 2008.

“Momentum Hari Hak untuk tahu Sedunia ini harus menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan untuk membangun tata kelola yang baik,” tegasnya.

BNI dan KIP berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menggunakan hak atas informasi publik.

Dengan demikian, budaya transparansi dapat semakin mengakar dan mendukung tata kelola pemerintahan maupun korporasi yang akuntabel.