Tutup
EkonomiPerbankan

BNI Kucurkan Rp1,5 Triliun, Digitalisasi Makan Bergizi Gratis

121
×

BNI Kucurkan Rp1,5 Triliun, Digitalisasi Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
dukung-program-mbg-2026,-bni-salurkan-pembiayaan-rp1,5-triliun
Dukung Program MBG 2026, BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dana ini akan disalurkan kepada 577 debitur yang terlibat dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang lebih dikenal sebagai dapur MBG.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengungkapkan hal ini dalam Rapat Dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Menurut Putrama, langkah ini merupakan bagian dari strategi BNI dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo subianto pada tahun 2026.

Selain pembiayaan, BNI juga mendorong digitalisasi program MBG melalui layanan virtual account dan integrasi sistem transaksi BNI Direct.

Hingga saat ini, 6.560 dapur MBG telah terhubung dengan sistem BNI, setara dengan 34% dari total 19.188 dapur secara nasional.

Volume transaksi program MBG yang terintegrasi dengan sistem BNI mencapai Rp26 triliun.

“BNI telah membantu proses digitalisasi Makan Bergizi Gratis ini dengan pembuatan virtual account serta BNI Direct,” ujar Putrama.

Dukungan ini sejalan dengan strategi BNI dalam menjalankan Asta Cita dan program prioritas pemerintah, dengan fokus pada transformasi peran jaringan dan penguatan pembiayaan sektor produktif di tahun 2026.

Kinerja BNI juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga kuartal III-2025,laba bersih BNI mencapai Rp15,1 triliun,didukung oleh ekspansi bisnis yang sehat dan pengelolaan risiko yang terukur.

Dana murah atau CASA BNI tumbuh 13,3% secara tahunan (yoy), dari Rp541 triliun menjadi Rp613 triliun. Tabungan BNI tumbuh 12,6% menjadi Rp269 triliun, sementara giro meningkat 14% menjadi Rp344 triliun.

Penyaluran kredit BNI tumbuh 10,5% yoy menjadi Rp812 triliun, disalurkan ke segmen dan sektor usaha produktif, berimbang, dan berkelanjutan.Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri perbankan sebesar 7,7%.

BNI tetap menjaga kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 2%. Rasio loan at risk (LaR) berhasil ditekan dari 11,8% menjadi 10,4% pada kuartal III 2025.

Sebagai langkah kehati-hatian, BNI juga membentuk CKPN sebesar Rp6,1 triliun atau tumbuh 13,6% secara tahunan.