Tutup
News

BNI Salurkan Rp 33,6 Triliun Kredit untuk UMKM Ekspor

191
×

BNI Salurkan Rp 33,6 Triliun Kredit untuk UMKM Ekspor

Sebarkan artikel ini
bni-salurkan-rp-33,6-triliun-kredit-untuk-umkm-ekspor
BNI Salurkan Rp 33,6 Triliun Kredit untuk UMKM Ekspor

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Fokus utama adalah meningkatkan skala bisnis UMKM, memastikan keberlanjutan operasional, dan membantu mereka menembus pasar global.

Menurut Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, BNI berkeinginan untuk menjadi bagian penting dari solusi dalam membangun UMKM yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Dukungan ini akan diberikan melalui pembiayaan, pendampingan, dan digitalisasi. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam membangun UMKM yang mandiri secara operasional,inovatif dalam mengembangkan produk dan layanan,serta berkelanjutan melalui dukungan pembiayaan,pendampingan,dan digitalisasi agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujarnya.

Salah satu wujud perhatian BNI terhadap UMKM,khususnya yang berorientasi ekspor,adalah melalui program Xpora Powered by BNI. Program ini dirancang sebagai penggerak utama UMKM untuk memasuki pasar global. Pada tahun 2025, program ini akan fokus pada pemberian advisory dan penyelenggaraan acara bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan dampak bisnis UMKM.

Dukungan BNI juga diimplementasikan melalui berbagai program pemberdayaan UMKM di berbagai sektor, termasuk Program BNI Jejak Kopi khatulistiwa (JKK), Program BNI UMKM Ramah lingkungan (BUMI), BNI Desa Digital Khatulistiwa (dedikasi), serta berbagai inisiatif yang mendorong UMKM untuk naik kelas. Hingga April 2025,BNI telah menyalurkan total kredit sebesar Rp 33,6 triliun kepada 39.845 debitur UKM berorientasi ekspor di berbagai sektor strategis, seperti manufaktur, perdagangan, pertanian, dan sumber daya alam.

okki Rushartomo menekankan bahwa UMKM yang tangguh adalah fondasi penting bagi terciptanya ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. “UMKM yang tangguh menjadi fondasi penting bagi terciptanya ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” katanya.BNI berkomitmen untuk terus mendorong penguatan UMKM melalui pembiayaan yang tepat guna, pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi.

Selain itu, BNI juga berpartisipasi dalam peringatan Hari Kewirausahaan Nasional yang diselenggarakan di Gedung SMESCO Jakarta, Selasa lalu. Kegiatan ini bertajuk “wirausaha tangguh-UMKM Tumbuh, Indonesia Maju” dan diprakarsai oleh Kementerian UMKM bersama HIPMI. Peringatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden RI Nomor 20 Tahun 2024 yang menetapkan 10 Juni sebagai Hari Kewirausahaan Nasional. Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas peran penting kewirausahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing.

Partisipasi BNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan wirausaha nasional, menurut Okki. “partisipasi BNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan wirausaha nasional,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, akademisi, pemerintah pusat dan daerah, serta jaringan kewirausahaan dari seluruh Indonesia. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bukti antusiasme masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional secara menyeluruh.

Peringatan ini menjadi momen strategis untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan melahirkan wirausahawan tangguh yang siap bersaing. Semangat ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia emas 2045 serta nilai-nilai pembangunan ekonomi kerakyatan dalam astacita 3 dan Astacita 6.

Ke depan, BNI berkomitmen untuk terus memacu tumbuhnya semangat kewirausahaan lintas generasi. Diharapkan, akan lahir lebih banyak wirausaha baru dan unggul yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju dan sejahtera.